SFWarungKopi

American Indonesian Blog

Pasukan Anti Teror: Densus 88 dan USMC Special Reaction Team

http://www.indonesiamedia.com/2008/10/mid/local/Profiles.html?p=30 bersama-densus-88-di-golden-gate-bridge2 adlsized1 arn2nofriarn

Bersama Densus 88 di San Francisco.

densus-88-bersama-international-swat-team2img_0484img_0482-250x187copy-of-img_0477-120x120densus-88-bersama-international-swat-teamfoto-bersama-us-swat-team-di-new-mexicoimg_0480img_0483 4-densus-88-120x120 img_0488img_0485 img_0489img_0492img_0493img_0494

Ancaman bahaya terorism telah membuat dunia lebih waspada, sebagai civilized nation dalam upaya memperjuangkan asas demokrasi sudah selayaknya kita semua mendukung aparat keamanan Polisi baik di Amerika maupun di Indonesia.  Persepsi POLRI di Indonesia sekarang ini sudah dapat diterima, namun hukum dan kewibawaan dari setiap aparat tetap harus ditingkatkan yang tentunya tidak lepas sebagai cermin bersama antara kebudayaan bangsa dan negara.

indonesia043saindonesia024hm

Menerima usull dari Pak Tony Lolong ketua BOSAMI, pagi ini kita melakukan Community Service sebagai Tour Guide menemani ke empat perwira muda Indonesia anggota Densus 88, untuk keliling kota San Francisco mengunjungi Golden Gate Bridge, Fisherman Wharf, tak disangka Pak Tony bernostalgik dengan kedatangan Santa Claus pada bulan September dengan baik hati berkata silahkan pilih dan beli 7 T-shirts kenang-kenangan  di Fisherman Wharf untuk 4 anggota Densus 88, dan semua biaya ditanggung olehnya :-]]]].

Anggota DENSUS 88 baru saja selesai mengunjungi SWAT Team Konferensi di Albuquerque, New Mexico. Dengan sangat rendah hati perwira-perwira muda ini mengakui bahwa Polisi, dan Swat Team di US lebih modern dari Team Densus 88 yang baru saja dibentuk, terutama dalam peralatan Hi-Tech, dan persenjataan non lethal yang sangat modern.

DENSUS 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi merah ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

Unit khusus berkekuatan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu Pembentukan Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004.

Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian yang pernah mendapat pelatihan di beberapa negara. Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol. Angka 88 merupakan representasi dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia.

Makna “88″ berikutnya adalah, angka “88″ tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka “88″ juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini. Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service.

Kebanyakan staff pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS.  Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta. Persenjataan Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.

Operasi yang diketahui:

9 November  2005 - Detasemen 88 Mabes Polri menyerbu kediaman buronan teroris Dr. Azahari di Kota Batu, Jawa Timur Indonesia dan Malaysia tersebut. yang menyebabkan tewasnya buronan nomor satu di Asia.

2 Januari 2007 - Detasemen 88 terlibat dalam operasi penangkapan 19 dari 29 orang warga Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang di Kecamatan Poso Kota. Tembak-menembak antar polisi dan warga pada peristiwa tersebut menewaskan seorang polisi dan sembilan warga sipil.

9 Juni 2007 - Yusron al Mahfud, tersangka jaringan teroris kelompok Abu Dujana, ditangkap di desa Kebarongan, Kemrajan.

US Marines Special Reaction Team:

Setiap US Marines dan US Navy instalasi umumnya memiliki Security Forces dan Special Reaction Team (SRT).

srt1

Pada Asian komunitas terutama Philipine American menjadi anggota US Military adalah hal yang sangat membanggakan, bahkan dalam hari raya kemerdekaan America mereka terbiasa merayakan dengan Honor Color Guard diwakili dari  anggota-anggota American Philipine yang berada didalam US Military Forces, membawa bendera Amerika dan Philipine bersama.

Mungkin didalam komunitas Indonesia masih memerlukan beberapa generasi untuk mencapai kegiatan diatas.  Pada umumnya komunitas Indonesia di Amerika kurang mengerti status US Marines, sebagai “tip of the spear” dari politik luar negeri Amerika, bahkan NCO dan Staff NCO bila memiliki jabatan sebagai pelatih dari rank Corporal sampai Sersan di USMC seringkali ditugaskan melatih para Sheriff, Police SWAT Team, FBI Recruits, dan juga  IMETS (International Military Exchange Training Students di US) seperti perwira-perwira tinggi dari Amerika Latin dan juga South East Asia, maupun Indonesia didalam Urban Combat dan terutama dilapangan dalam kursus basic Sniper.

Menurut USMC SSgt Salomon dari San Leandro Bay Fair Mall Recruiter Station(California) yang pernah singgah di Indonesia adalah veteran dari East Timor dan Tsunami Aceh Humanitarian Rescue team,  yang baru saja kembali selesai bertugas di Afghanistan dan Iraq baru-baru ini.  Bahwa USMC Special Reaction Team dan FAST Company adalah elemen dari USMC Security Forces, SRT dibentuk tahun 1987 dan FAST Company (Fleet Anti Terrorist Security Team), dibentuk baru-baru ini setelah terjadinya 911, unit terakhir ini dapat dikerahkan dari kapal induk untuk memberikan bantuan dan Rescue Operations menuju setiap US Embassy dari ancaman teroris,  sedangkan kami waktu itu dalam masa damai bertugas sebagai Security Forces umumnya bertugas lokal di Camp Foster, Okinawa, Jepang.

Walaupun umumnya unit ini memang dilatih oleh US Secret Service Agents dan badan-badan intelijen lainnya (di Indonesia semua yang berhubungan dengan misi dari pasukan seperti ini dijadikan politikal isue, seperti halnya Densus 88 oleh kaum fundamentalis yang pro Islam radikalism dan sangat anti US Ideology) khususnya dalam melakukan counter terror dan perlindungan untuk Komandan Jenderal didalam military base, selain senjata pokok, hand gun, non deadly weapons kamipun praktis dengan bermacam ragam senjata favorites dari pihak teroris: AK-47, UZI, dll.

srt2Misi, goal dan komposisi USMC SRT hampir bersamaan dengan Indonesia Densus 88, Polisi SWAT Team. untuk menghadapi reaksi terhadap situasi bermacam-macam seperti hostage rescue, aksi counter-sniper, atau VIP security protections dan juga counter terorism. Combat Center’s Special Response Team, bertanggung jawab untuk pelatihan counterterrorist and hostage rescue di 29 Palms US Marine Base, dikenal sebagai Combat Center.  Mereka dikepalai oleh Combat Center’s Provost Marshal’s Office.

USMC SRT  memberikan perlindungan kepada Komandan Jenderal dan mendukung Military Police sebagai reaksi team untuk segala situasi seperti menanggulangi kirisis teroris. Bila Military Police tidak dapat menghadapi dan menanggulangi situasi, mereka dapat memanggil USMC SRT, yang dapat memberikan seperti kemampuan Polisi SWAT. Anggota USMC SRT umumnya sehari-hari bertugas melakukan kerjaan utama mereka, kecuali di Quantico, VA, Camp Pendleton, CA, SRT adalah full-time. Combat Center’s SRT telah berkerja sama dengan Los Angeles Police Department, Palm Springs Police Department, dan San Bernardino Special Weapons dan Tactics team.

“Kami adalah S.W.A.T. team untuk US Marine Corps,” kata Staff Sgt. Steven Rowe, kepala regu, Special Reaction Team, Provost Marshal’s Office, Marine Corps Base Camp Pendleton, CA. Semoga artikel ini akan dapat memberikan informasi dan “career planning” bagi generasi muda selanjutnya baik di Indonesia dan di Amerika dalam upaya menghadapai dunia yang dipenuhi dengan kekerasan.srt3

Didalam negara Amerika dimana penduduk sipil memegang kuasa, setiap US Military Forces terutama dalam masa damai:  USMC SRT, Security Forces, FAST adalah limited defensive forces dengan jurisdiksi terbatas didalam US Military Bases, dan US Embassies, yang tidak dapat bertindak seperti US Police SWAT maupun Densus 88 untuk melakukan offensive forces yang digunakan melacak target dalam setiap waktu bila diperlukan.

2 May 2009 at 16:27 - Comments
ucok at 03:31 on 21 July 2009
VIVA Densus 88 AT Polri..!!
adrianus tumiwang at 21:06 on 26 July 2009
salut untukmu Polri ku ... namamu harum Indonesia ku karena Densus 88 anti teror ... Bravo burung hantu ... bravo ...

Memahami Ideologi Religious Terorisme

http://www.indonesiamedia.com/2011/05/11/memahami-ideologi-religious-terorisme-%E2%80%93-bagian-ke-1/
http://www.indonesiamedia.com/2011/05/19/memahami-ideologi-religious-terorisme-bagian-ke-2/

navy-seal-team-six-us-navy-seals2

Oleh Arnold Lukito USMC Security Forces veteran

“Men never do evil so completely and cheerfully as when they do it from religious conviction.”  (Blaise Pascal, mathematician, 1670)

images1
us-navy-seals-insigniaPertama congratulation untuk US Navy Seal yang berhasil “meng-eliminasi” Osama bin Laden.  Buronan selanjutnya yang menjadi salah satu top list:  Anwar al Awlaki (Updated:  Ditargetkan dan telah almarhum ditahun 2011) mengikuti jejak ketua Al Qaeda, telah dijuluki “Osama bin Laden of the internet dan facebook” sangat sukses merekruit “lone wolf suicide bombers” melampaui Osama.

Quotes from Osama bin Laden:
“We should fully understand our religion. Fighting is a part of our religion and our Sharia [an Islamic legal code]. Those who love God and his Prophet and this religion cannot deny that. Whoever denies even a minor tenet of our religion commits the gravest sin in Islam.”

“Hostility toward America is a religious duty, and we hope to be rewarded for it by God . . . . I am confident that Muslims will be able to end the legend of the so-called superpower that is America. Time Magazine

“The pieces of the bodies of infidels were flying like dust particles. If you would have seen it with your own eyes, you would have been very pleased, and your heart would have been filled with joy.” — At the wedding of his son in southern Kandahar about the 17 sailors who died suicide bombing of the USS Cole off the coast of Yemen

“Every American man is an enemy to us.” – Independent.

” . . . It is far better for anyone to kill a single American soldier than to squander his efforts on other activities.” — May 1998

“We–with God’s help–call on every Muslim who believes in God and wishes to be rewarded to comply with God’s order to kill the Americans and plunder their money wherever and whenever they find it. We also call on Muslim ulema, leaders, youths, and soldiers to launch the raid on Satan’s U.S. troops and the devil’s supporters allying with them, and to displace those who are behind them so that they may learn a lesson.” Feb. 1998 - Bin Laden edict

“We are seeking to incite the (Islamic) nation to rise up to liberate its land and to (conduct) jihad (holy war) for the sake of God.” — al-Jazeera, June 1999.

“`I was never afraid of death … As Muslims, we believe that when we die, we go to heaven. Before a battle, God sends us … tranquility.” — Independent, 1993.

“I’m fighting so I can die a martyr and go to heaven to meet God. Our fight now is against the Americans.” — Osama bin Laden, quoted by Al-Quds Al-Arabi newspaper

“We declared jihad against the US government, because the US government is unjust, criminal and tyrannical. It has committed acts that are extremely unjust, hideous and criminal whether directly or through its support of the Israeli occupation.” - Osama bin Laden - to CNN in March 1997

” . . . For the American forces to expect anything from me personally reflects a very narrow perception. Thousands of millions of Muslims are angry. The Americans should expect reactions from the Muslim world that are proportionate to the injustice they inflict.” to Time Magazine Dec 1998

Responding to the question “are you trying to acquire chemical and nuclear weapons?”

“Acquiring weapons for the defense of Muslims is a religious duty. If I have indeed acquired these weapons, then I thank God for enabling me to do so. And if I seek to acquire these weapons, I am carrying out a duty. It would be a sin for Muslims not to try to possess the weapons that would prevent the infidels from inflicting harm on Muslims.” Time Magazine Dec 1998.

Terorisme bukanlah hal yang baru, aksi ini sudah mulai ditulis sejak zaman Roman Empire didalam Bible dan kemudian juga didalam Quran:  Bukhari:V4B52N220 “Allah’s Apostle Muhammad said, ‘I have been made victorious with terror.’”, Bukhari:V9B87N127 “The Prophet said, ‘I have been given the keys of eloquent speech and given victory with terror.’”

Namun sampai sekarang dunia masih menghadapi kesulitan untuk menyepakati definisi secara global. Terorisme bila dilihat secara “akademik klasik” adalah penggunaan kekerasan untuk mencapai tujuan politik, agama, dan ideologi, yang umumnya dipercayai secara mitos dilakukan oleh karena adanya unsur kemiskinan, atau kurangnya pendidikan, namun sekarang teori itu sudah tidak relevan, karena yang terjadi sekarang umumnya dilakukan oleh group dan individual yang berpendidikan sangat tinggi dari S1, S2, S3, seperti Insinyur, Doktor, bahkan Professor.

Sebagai contoh FBI (Profiler)Behavior Analyst Unit yang selama beberapa dekade, telah menjadikan “teori klasik” sebagai standard operating prosedure(SOP) untuk menanggulangi terorisme, kemudian mereka harus meneliti ulang, karena dalam hanya waktu sekejab setelah terjadinya serangan 911 teori prinsipal mereka menjadi Obsolete !!
Mengapa? Karena majoritas seluruh pelaku 911 memiliki pendidikan tinggi, umumnya sama sekali tidak miskin, akan tetapi mereka terlihat sebagai seorang yang taat beragama, sangat sopan-santun, melakukan hal-hal routine seperti mencuci muka, kaki dan tangan sebelum membajak kapal, juga dari rekaman “black box” terdengar teriakan Allahu Akbar selama pembajakan dan juga sebelum kapal terbang menabrak target. Menurut saksi-saksi dan tetangga sebagai “Sleeping Cells” mereka tidak pernah memperlihatkan sikap “high profile” terhadap komunitas sekeliling mereka.

Sejak saat itu pemerintah Amerika menyimpulkan selain penggunaan system Profiling yang pada umumnya digunakan sebagai filter pertama, juga memberikan kesimpulan baru bahwa faktor Ideologi berdasarkan radikalisasi agama seperti Calipah-Jihad-Sharia dan politik agenda terselubung seperti keinginan menguasai dunia dan mengubah seluruh umat beragama untuk memeluk Islam, yang menjadikan motives kuat para pelaku aksi radikal, sebagai akar dari “religious terrorism”.
Definisi terorisme yang ada sekarang, telah digunakan dan ditulis oleh instansi-instansi pemerintah, kadang-kadang langsung di asosiasikan dengan serangan-serangan teroris yang terjadi diseluruh dunia, yang secara sistematis umumnya berdasarkan pemahaman dari satu pihak, dan seringkali terjadi “double standard” digunakan untuk mengecualikan pihak pemerintah dari definisi yang sama.

Seperti kita tahu efek sampingan dari ‘aksi-teroris’ sangat merendahkan persepsi kelompok dan group agama yang diasosiasikan, itu menunjukkan kurangnya legitimasi dan dukungan moralitas dari kaum majoritas agama tersebut dan juga dari seluruh penduduk dunia. Sebagai bahan renungan, “aksi terorisme atau religious-terorisme” sering menjadi taktik yang dilakukan oleh para pelaku sebagai sebuah aksi militan atau secara political correctness menggunakan perkataan “geo-politik” yang mempunyai agenda terselubung lebih besar misalkan mereka percaya goalnya adalah untuk menyebarkan ideologi agama ataupun untuk menguasai dunia yang secara historik “kaum radikal melakukan aksi teror dengan menggunakan pedang namun sekarang karena beralihnya teknologi, lalu mereka menggunakan senjata modern dan serangan bom bunuh diri.

12 Variasi Definisi Terorisme:

1. Bila kita melihat sebelum serangan 9/11, PBB Resolution 49/60, yang diadopsi pada tanggal 9 Desember 1994, disimpulkan bahwa Terorisme adalah:
Criminal acts intended or calculated to provoke a state of terror in the general public, a group of persons or particular persons for political purposes are in any circumstance unjustifiable, whatever the considerations of a political, philosophical, ideological, racial, ethnic, religious or any other nature that may be invoked to justify them. Sejumlah negara-negara anggota PBB sampai saat inipun masih memiliki perselisihan dalam mendefinisikan terorisme, sehingga hal ini telah menjadikan hambatan yang sangat besar oleh lembaga dunia untuk berusaha melakukan International Counter Terrorism Measurements dengan definisi yang dapat disepakati bersama.

2. Setelah PBB, terjadi Konvensi Arab yang membuahkan Definisi Terorisme diadopsikan oleh Dewan Menteri Dalam Negeri Arab dan Dewan Menteri Keadilan Arab di Kairo, Mesir pada 1998: Any act or threat of violence, whatever its motives or purposes, that occurs in the advancement of an individual or collective criminal agenda and seeking to sow panic among people, causing fear by harming them, or placing their lives, liberty or security in danger, or seeking to cause damage to the environment or to public or private installations or property or to occupying or seizing them, or seeking to jeopardize national resources.

3. Kemudian ditahun 2004 Dewan Keamanan PBB menciptakan Resolusi 1566 dengan definisi baru: Criminal acts, including against civilians, committed with the intent to cause death or serious bodily injury, or taking of hostages, with the purpose to provoke a state of terror in the general public or in a group of persons or particular persons, intimidate a population or compel a government or an international organization to do or to abstain from doing any act.

4. Dilanjutkan dengan panel PBB, pada 17 Maret 2005: As any act “intended to cause death or serious bodily harm to civilians or non-combatants with the purpose of intimidating a population or compelling a government or an international organization to do or abstain from doing any act.”

5. Definisi Eropa Union diciptakan untuk tujuan penggunaan hukum didalam Artikel.1 Keputusan Kerangka Memerangi Terorisme (2002). Hal ini menyatakan bahwa aksi terorisme adalah “Given their nature or context, may seriously damage a country or an international organization where committed with the aim of: seriously intimidating a population; or unduly compelling a Government or international organization to perform or abstain from performing any act; or seriously destabilizing or destroying the fundamental political, constitutional, economic or social structures of a country or an international organization.”

6. The United Kingdom’s Terorisme Act 2000 mendefinisikan terorisme “designed seriously to interfere with or seriously to disrupt an electronic system”. An act of violence is not even necessary under this definition.”

7. Amerika Serikat di bawah Federal KUHP. Pasal 18. Dalam Bagian 2331 dari Bab 113 (B), mendefinisikan terorisme sebagai: ““…activities that involve violent… or life-threatening acts… that are a violation of the criminal laws of the United States or of any State and… appear to be intended (i) to intimidate or coerce a civilian population; (ii) to influence the policy of a government by intimidation or coercion; or (iii) to affect the conduct of a government by mass destruction, assassination, or kidnapping; and…(C) occur primarily within the territorial jurisdiction of the United States…”

8. Didalam “US Patriot Act of 2001:. kegiatan teroris termasuk
* Threatening, conspiring or attempting to hijack airplanes, boats, buses or other vehicles.
* Threatening, conspiring or attempting to commit acts of violence on any “protected” persons, such as government officials
* Any crime committed with “the use of any weapon or dangerous device,” when the intent of the crime is determined to be the endangerment of public safety or substantial property damage rather than for “mere personal monetary gain”.

9. Definisi oleh FBI : The unlawful use of force or violence against persons or property to intimidate or coerce a Government, the civilian population, or any segment thereof, in furtherance of political or social objectives.

10. Definisi oleh US Army Field Manual FM No 3-0, Bab 9, 37 (14 June2001)the “calculated use of unlawful violence or threat of unlawful violence to inculcate fear. It is intended to coerce or intimidate governments or societies … [to attain] political, religious, or ideological goals.”

11. Definisi oleh US Marines 02.10 (11 September 1985) “It involves a criminal act, often symbolic in nature, intended to influence an audience beyond the immediate victims. Terrorism is the calculated use of violence or the threat of violence to attain political, religious, or ideological goals by instilling fear or using intimidation or coersion”.

12. Defini oleh DOD: The calculated use of unlawful violence or threat of unlawful violence to inculcate fear; intended to coerce or to intimidate governments or societies in the pursuit of goals that are generally political, religious, or ideological.

Teroris Profiles:  Anwar al Awlaki dan Khalid Sheikh Mohammed

1.  Dimulai dengan Anwar al Awlaki Fort Hood Shooting Imamseorang American Academic Scholar yang sangat notorius dan mendapatkan title sebagai “Obama bin Laden of the Internet and FaceBook” karena memberikan inspirasi melakukan teror, petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan ajaran agama radikal melalui jalur internet dan FaceBook:
Anwar al Awlaki lahir April 22, 1971 di New Mexico, USA, seorang Imam dari Denver Islamic Society 1994–96, Imam dari Masjid Ar-Ribat al-Islami, San Diego, California, 1996–2000, mesjid itu memiliki 200–300 umat. Anwar adalah seorang senior rekruiter, religious inspirator, motivator, sebagai perencana dan pelatih, untuk Al Qaeda dan seluruh cabang-cabang franchisenya diseluruh dunia. Memiliki B.S. dalam Civil Engineering dari Colorado State University 1994, Master Degree dalam Education Leadership dari San Diego State University. Anwar meraih Doctorate degree untuk Human Resource Development di George Washington University Graduate School of Education & Human Development 2001. Relatif dari Perdana Menteri Yemen Ali Muhammad Mujur.
Al-Awlaki bertugas sebagai Congressional Muslim Staffer Association, seorang Imam pertama yang mempimpin doa didalam “gedung U.S. Capitol in 2002″. Dalam acara doa khusus untuk anggota-anggota Muslim congressional dan para Officials untuk Council on American-Islamic Relations (CAIR). Anwar adalah “the most dangerous American Al Qaeda”, sangat kharismatik, dan sebagai salah satu religious inspirator bagi 3 pembajak 9/11.
Pada 10 April 2010, setelah mendapatkan hasil penemuan, Presiden Obama meminta CIA untuk menjadikan Anwar sebagai “targeted assasination” karena sangat aktif sebagai pemimpin Al Qaeda yang merekruit banyak sekali “lone-wolf Muslim extremists ” seperti:

  • a.  nawaf-al-hazmi1Nawaf al-Hazmi veteran perang Bosnia, Afghan Taliban melawan Russia, dan Chechnya, keluarganya memiliki Grocery Store, Salah seorang dari lima pembajak American Airlines Flight 77, yang menabrak Pentagon bagian dari serangan 9/11.
  • khalid-al-mihdhab.  Khalid al-Mihdhar:  veteran perang Bosnia, Afghan Taliban melawan Russia, dan Chechnya, berasal dari keluarga berada di Saudi Arabia, pembajak American Airlines Flight 77, yang menabrak Pentagon bagian dari serangan 9/11.
  • hani-hanjourc.  Hani Hanjour veteran perang Afghan Taliban melawan Russia, belajar terbang di Sierra Academy Aeronautical, Oakland, California. Sebagai Pilot pembajak American Airlines Flight 77, menabrakan kapal terbang ke Pentagon dalam serangan 9/11.
  • michael-fintond.  Michael Finton warga Amerika masuk agama Islam, berkerja sebagai tukang masak pada “fish and chicken restaurant”, berusaha meledakkan bom di Paul Findley Federal Building yang bersebelahan dengan kantor Congressman Aaron Schock di downtown Springfield, Illinois, pada September 24, 2009.
  • us-army-major-dr-nidal-hassane.  Fort Hood shooter Warga negara Amerika US Army Major Dr Nidal Hassan pelaku penembakan dan pembunuhan masal terhadap 13 anggota US Army dan mencederai lebih dari 30 korban lainnya, didalam US Army Base Hospital, Fort Hood, Texas.  Sebelum tragedi, dimana kedua pihak antara Anwar dan Major Hassan saling berhubungan melalui email. Setelah penembakan Anwar al Awlaki menyebut Major Hassan adalah seorang murid yang baik! Dan mengatakan “May Allah grant our brother Nidal patience, perseverance, and steadfastness, and we ask Allah to accept from him his great heroic act. Ameen”.
  • umar-farouk-abdulmutallabf.  Christmas Day bomber Warga negara Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab, University College London lulusan Engineering, MBA berasal dari keluarga jutawan di Nigeria. Umar tidak pernah merasakan kemiskinan, akan tetapi pada usia muda bersekolah di England dipengaruhi oleh ajaran radikalisme. Umar mencoba meledakkan bom dipesawat Northwest Airlines flight-253 diudara Detroit, USA.
  • sharif-mobleyg.  Sharif Mobley warga Amerika, pemegang sabuk hitam Karate, anggota Al Qaeda dan Somalia Al Shabaab, ditahan di Yemen pada March 2010, berkerja pada (5) lokasi tenaga nuklir fasilitas di Lower Alloways Creek, New Jersey.
  • faisal-shahzadh.  Faisal Shahzad warga negara Amerika asal Pakistan, financial analyst pelaku pengebom May 1, 2010, Times Square car bombing. Lulusan South Eastern University; University of Bridgeport (B.A. in computer science and engineering (2002); M.B.A. (2005)). Ayahnya seorang Jenderal (Purn)Angkatan Udara Pakistan, didalam sidang setelah mendengarkankan dijatuhi hukuman seumur hidup Faisal tersenyum, katakan “Allahu Akbar”, dan katakan akan korbankan ribuan nyawa untuk Allah. Dia meramalkan “Perang dengan kaum Muslim baru saja dimulai” dan berkomentar “kekalahan Amerika sudah terlihat, Insha Allah.”
  • roshonara-choudhryi.  Roshonara Choudhry setelah berjam-jam mendengarkan khotbah Imam Anwar al Awlaki, Roshnora mencoba membunuh dengan tusukan-tusukan keperut British politician Stephen Creswell Timms sebanyak 2 kali, pada 14 May 2010 menggunakan pisau sepanjang 15 cm.
  • mohamed-alessa-dan-carlos-almontej.  Mohamed Alessa dan Carlos Almonte:  Warga Amerika berminat menjadi anggota teroris Somalia Al-Shabaab, menampilkan foto dirinya di Face Book dengan poster “Death to all Juice” pada 2008 Israel Day Parade di New York City, ibunya didalam pembelaan diruang sidang mengatakan bahwa Almonte bukan seorang teroris, tetapi seorang yang sangat bodoh. (terbukti dalam menulis Jews menjadi Juice).
  • zachary-chesserk.  Zachary Chesser seorang warga negara Amerika, berminat menjadi anggota teroris Somalia Al Shabaab, yang mengancam produser South Park karena menampilkan karakter Muhammad dalam episode yang ke 200.
  • rajib-kariml.  Rajib Karim: Pada February 2011, seorang IT Computer dengan Master Degree berkerja untuk Britsh Airways, merencanakan membawa bahan peledak kedalam Bitish Air Ways adalah salah satu murid Anwar al Awlaki. Didalam pertukaran email Anwar menulis kepada Karim “We need men who are willing to go all the way and not hold back anything from Allah” menurut the Mirror (UK). Awlaki melanjutkan “The religion of Allah cannot be given victory by part-time service. This is not a weekend religion. The contract is to sell our souls to Allah. The compensation is paradise.”

091113010725_khalid-sheikh-mohammed2. Khalid Sheikh Mohammed:
Seorang anggota senior Al Qa’eda, berasal dari Kuwait. Khalid menjadi Kepala Operation dan Marketing Al Qaeda. Sebagai otak dibelakang dari serangan: 9/11.  Yang sedang mendekam di Guantanamo Bay bersama kepala jaringan teroris Asia Tenggara berasal dari Indonesia yaitu Hambali.

  • mohamed-attaa.  Merekruit Mohamed Atta sebagai ring leader serangan 911.
  • richard-reidb.  Merekruit Richard Reid pelaku sepatu bom.
  • c.  Khalid Sheikh Mohammed sebagai otak tahun 1993 pemboman World Trade Center, juga terlibat pemboman Bali nightclub, Indonesia, yang dia akui pada tahun 2007. Khalid ditangkap di Rawalpindi, Pakistan, pada 2003 dikirim ke Guantanamo Bay. Pada usia 16, Khalid masuk group terlarang di Mesir, dan menjadi anggota Egyptian Muslim Brotherhoodegyptian-muslim-brotherhood.
  • professor-aafia-siddiquid.  Merekruit Professor Aafia Siddiqui sebagai cell operator untuk membunuh tentara Amerika dan agen FBI di Afghanistan.

Perbedaan kepemimpinan Terorisme sebelum dan sesudah 9/11:

Kepemimpinan organisasi teroris sejak tahun 70-80an umumnya lebih bersifat “sentralisasi”, yaitu keputusan umumnya berada ditangan puncak kepeminpinan. Akan tetapi karena berkembangnya ideologi radikalisme dengan mudah dilakukan melalui internet, dan melalui sosial networking seperti Facebook, Tweeter, dan berkeliarannya Ekstrimis Websites. Maka online recruiting dan komunikasi dengan “pelaku-pelaku tunggal sudah menjadi alat yang digunakan secara umum”.

  • al-shabaab1.  Organisasi Nasional teroris seperti Al Shabaab dari Somalia, Red Brigade di Italy, Laskar Jihad, FPIfpi, Darrul Islam, Indonesia. Militan group sebagai ujung tombak suatu pemerintahan: Adolf Hitler menggunakan Youth Hitler Groups untuk menteror kaum Yahudi.  FPI menteror penduduk sipil baik Muslim dan non Muslim, Mullah Mohammed Omar menggunakan Taliban untuk mentertibkan Hukum Shariah dan juga menteror warganya sendiri. Pemerintahan tertentu memerlukan kekuatan diluar kekuasaan pemerintah untuk mendisiplin masyarakat terutama untuk melakukan tata tertib yang berdasarkan ideologi pemimpin itu yang tidak didukung dan tidak tertulis dalam UUD, baik itu berdasarkan etnis dan juga agama.
  • 2.  Transnasional teroris seperti Popular Front for the Liberation of Palestine(PFLP) dan PLO yang mampu melakukan serangan-serangan melawan Israel. Kemudian meneruskan dengan melakukan pembajakan kapal terbang melalui jaringan dari negara lain. Di Indonesia seperti Jemaah Islamiah pimpinan abu-bakar-basyirAbu Bakar Basyir yang bekerja sama dengan Malaysia Jihad dan Abu Sayaaf dari Philipine.
  • 3.  Internasional Teroris group, seperti Al Qaeda yang didanai oleh Osama bin Laden, dan juga dirumorkan bahwa seorang Pangeran Saudi Arabia mendanai aksi teror pada 9/11.

Taktik Baru dengan menggunakan Trojan Bom:

Berasal dari merek Trojan Condom yang umumnya digunakan dengan menyembunyikan bahan peledak didalam anus. Akhir-akhir ini para pelaku teror mengadopsi taktik “drug dealer” dengan menggunakan “high explosive” yang sangat sulit dilacak oleh pihak keamanan. Menyebabkan Airport diseluruh Amerika melakukan pemeriksaan yang sangat intensif seperti full body X-Ray. Banyak kritik yang mengatkan full body scanner tidak fool proof. Karena untuk seorang kaliber berat seperti agen-agen Anwar al Awlaki akan menggunakan orang dalam yang akan mendapatkan akses lebih mudah seperti pekerja-pekerja Airport, dari pembawa makanan, pengurus bagasi, pembersih pesawat, dll.

  • abdullah-hasan-tali-al-asiri1.  Pada August 27, 2009 salah seorang “most wanted teroris” Abdullah Hasan Tali al-Asiri menjawab program rehabilitasi pengampunan/Amnesty untuk kaum radikal di Saudi Arabia. Asiri katakan ingin insyaf dan mohon bertemu “I need to meet you to tell you the whole story,” Asiri katakan kepada Saudi Deputy Minister of the Interior, Saudi Prince Muhammad bin Nayef bin Abdul Aziz Al-Saud, menurut rekaman radio yang dimiliki oleh Saudi, Al Arabiya. Asiri datang ke Istana melewati seluruh body guards dan beberapa full body screening, namun tidak diketahui bahwa Asiri menyembunyikan Trojan Bom dan berusaha mencoba membunuh Saudi Arabia Pangeran Mohammed didalam Istananya. Bom itu diledakan ketika membungkukkan tubuh kearah yang berlawanan setelah bersalaman, cairan darah dan potongan-potongan tubuh Asiri berserakan ketembok-tembok ruangan Istana. Namun Pangeran Mohammed selamat.
  • umar-farouk-abdulmutallab2.  Pada 25 December 2009, Umar Farouk Abdulmutallab anak seorang jutawan Nigerian juga sebagai salah satu “underwear Bomber” menggunakan taktik ini melewati pihak keamanan di Amsterdam Airport menuju Detroit, USA, dan mencoba meledakan Northwest Airlines flight-253. Namun gagal meledakkannya.
  • noordin-top3.  Pada 17 September 2009, Noordin Top adalah seorang pemimpin senior Al Qaeda Asia Tenggara, yang menjadi otak serangan teror di Indonesia. Dari hasil autopsi disebutkan bahwa rektumnya telah terbentuk “corong” (tanda bahwa Trojan Bom berada didalam rektum Noordin Top dalam periodik yang cukup lama, namun dirumorkan bahwa Noordin Top adalah seorang homo sexual yang membuat seluruh keluarganya marah, terlihat Badan Intelijen Indonesia berusaha menutupi hasil penemuan bahwa Noordin hampir selalu siap sedia dengan menyimpan Trojan Bom bila dirinya ditangkap hidup-hidup.

Konklusi:

Di Indonesia dan Saudi Arabia memiliki Hollistic program yang digunakan untuk menderadikalisme kaum ekstrimis, seperti layaknya karakter evil pada umumnya.  Namun dalam kenyataan hidup kadang-kadang akan sangat sulit untuk berhasil merubah cara pola hidup mereka yang sudah sekelas Osama bin Laden.  Amerika adalah negara terakhir didunia yang dapat mencegah berkembangnya aksi global terorisme dengan menggunakan pasukan khusus dan pesawat Drone dari full size sampai sekecil 1 inch sebesar “flying insect” yang disebut nano-droneNano Drone.  Lenyapnya Osama adalah pesan langsung untuk kaum radikal diseluruh dunia, “you can run , but you can not hide”.

19 May 2011 at 10:25 - Comments

Politikal Investasi Modal Asing di Indonesia

http://sfwarungkopi.com/?p=955

http://www.indonesiamedia.com/2011/03/29/politikal-investasi-modal-asing-di-indonesia-2/

Oleh Arnold Lukito

Pada tahun 1960 Belanda menemui daerah pertambangan tembaga di Papua New Guinea, lalu 3 tahun kemudian Indonesia merebutnya dari koloni Belanda menjadikan sebagai Irian Barat.  Diikuti pada tahun 1966 Freeport menanda tangani kontrak  phase 1 (minimal 8.9% komisi) dengan pemerintah Indonesia untuk mengelolah hasil pertambangan di daerah perdalaman Irian Barat.  Dengan adanya alat teknologi modern, dan tenaga-tenaga ahli yang didatangkan oleh Freeport berpusat di Amerika, dikemudian haripun selain Tembaga, Perak, mereka berhasil menemukan tambang “Gunung Emas”, menjadikan Freeport sebagai penghasil tambang emas keempat terbesar didunia, sejak saat itu terjadi keinginan pemerintah Indonesia untuk membahas ulang negosiasi penemuan baru terhadap kontrak phase 1.

Kontrak phase ke 2 dilakukan ditahun 1991, dimana Indonesia menuntut komisi ditingkatkan menjadi 20%, setelah berhasil menanda tangani kontrak baru, yang mengejutkan yaitu 10% komisi saham tambahan tidak untuk pemerintah Indonesia, akan tetapi diberikan kepada kronies dari keluarga Cendana yaitu Bakrie Investindo untuk mengelolahnya.  Karena lemahnya lembaga Press Indonesia, bahkan jumlah dana komisi phase pertamapun tidak jelas apakah penghasilannya untuk kas negara, apakah untuk keluarga Suharto dan anak-anaknya di Swiss Bank atau masuk ke yayasan-yayasan keluarga Cendana. Menurut data-data statistik pada tahun 2010 umumnya para Koruptor kelas “kakap” rata-rata dihukum hanya 2 tahun, sedangkan kalau kita melihat hukum dinegara lain seperti Chinese komunis pada pemerintahan Hu Jintao umumnya para koruptor mendapatkan hukuman mati. Lemahnya situasi hukum, pembredelan lembaga press Indonesia, dan UU anti korupsi saat itu memang sengaja diciptakan sejak pemerintahan Suharto karena memungkinkan “win-win situation” untuk para pejabat yang berada dalam kabinet Suharto dan business TNI untuk melakukan korupsi bagaikan MLM Pyramid Schemes business.

Kalau kita melihat kembali persetujuan “sweet deal” antara Freeport dan Suharto dilandasi oleh “political corruption mutual benefits” antara kedua pihak, dan banyaknya pengaruh dari mantan US Ambasador untuk Indonesia Stepelton Roy dan mantan Menlu Amerika Henry Kissinger yang dikemudian hari menjadi pemegang saham dan Honorary Director Freeport. Dalam buku “The trial of Henry Kissinger by Christopher Hitchen” terlihat karakter asli politisian kelas wahid ini berubah menjadi “political prostitute” kelas dunia ketika Henry Kissinger menjadi lobbiest terkuat untuk Freeport di Washington, yang mana mantan pejabat Amerika saat itu telah dibutakan oleh penderitaan dan kemiskinan masyarakat Irian Barat, demi ambisi politik dan keuntungan pribadinya.  Bahkan Suharto saat itu melakukan media cover-up dengan melarang media lokal dan internasional journalis mengunjungi daerah tambang Timika.  Ketidak adilan terhadap warga setempat menciptakan kelanjutan pemberontakan warga lokal secara masal dan kritik terhadap pemerintahan pusat, atas aksi “nasionalisisasi milik penduduk lokal” tanpa ganti rugi yang layak, dan juga atas kurangnya pembangunan infrastrukture baik jalanan, sekolah, rumah sakit dan sarana ekonomi sosial yang warga lokal perlukan saat itu.  Karena banyaknya kecaman domestik dan Internasional, Freeport kemudian memberikan tuntutan-tuntutan warga lokal membuat pusat komunitas dan projek perumahan setempat.

Bila kita melihat kembali sebelum Suharto berkuasa, Penanaman Modal Asing pernah dihentikan oleh Nasionalis Presiden Sukarno, lalu secara tragis diikuti dengan kudeta berdarah pada 30 September 1965, yang dipimpin dan dilakukan oleh Suharto dengan dukungan badan inteligen dari negara lain yang ingin melindungi investasi modal mereka masing-masing terhadap Nasionalisasi Modal Asing/penyitaan.  Singkatnya kepemimpinan Suharto direstui sebagai Presiden Indonesia setelah melakukan Kudeta terhadap Presiden Sukarno dengan dukungan negara-negara asing, sebagai “balas budi” Suharto memberikan jalan dan membuka kembali Investasi modal asing kepada Freeport dll. Kemudian pada Januari 1967 Indonesia menciptakan UU Peraturan Investasi Asing, dan mengembalikan seluruh perusahaan asing seperti Goodyear Tire, Singer Machine, Texaco, dll. Ketua BKPM Gita Wirawan. Photo by Arnold Lukito, all rights reserved.

Lima puluh tahun kemudian malam itu di San Francisco suasana dunia politik dan ekonomi sudah berbeda jauh, globalisasi internet sudah menjadi komunikasi dunia tanpa sensor, Suharto sudah tiada, Amerika sedang dibayangi oleh resesi berat dan tidak lagi sebagai negara yang satu-satunya dominan dalam segi Ekonomi. Pertemuan antara Komunitas Indonesia San Francisco dengan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal berlangsung pada tanggal 17 February, 2011 di Mark Hopkins InterContinental Hotel dihadiri oleh sekitar 50 pengunjung berlangsung dari 19:00 - 21:00. Ketua BKPM Gita Wirawan dan KJRI SF Asianto Sinambela. Photo by Arnold Lukito, all rights reserved

Ketua BKPM Gita Wirawan berhasil meningkatkan penanaman modal di Indonesia dengan melakukan kunjungan ke negara-negara Industri yaitu menghasilkan investasi modal berjumlah sekitar US$150 Billion, (domestik US$50 billion dan investasi asing US$100 billion). Diperkirakan India akan menanamkam modal asing US$15 billion, sedangkan Hyundai Motor, Posco Steel, Hankook Tire, Lottee Market dan beberapa perusahaan berasal dari Korea Selatan sekitar US$15 billion, Jepang sebagai investor terbesar di Indonesia akan meningkatkan menjadi US$59 billion, Perancis US$4 billion, sedangkan Russia akan membuka tambang Nickels di Maluku Utara dengan modal sekitar US$3 billion, selebihnya Singapore akan membuka pabrik makanan, telekomunikasi, dan transportasi.  Projek ini diperkirakan akan siap berjalan dalam waktu 3-5 tahun mendatang. Ketua BKPM Gita Wirawan. Photo by Arnold Lukito, all rights reserved.

Di Indonesia, sebelum melakukan perjalanan tour dunia, Gita Wirawan mendapatkan beberapa kritikan tajam seperti perdebatan apakah perlunya Penanaman Modal Asing di Indonesia yang diasosiasikan dengan NeoLibs vs Ekonomi Kerakyatan yang menggunakan tenaga ahli dari Indonesia, dan kecaman melalui internet dengan mengatas namakan seluruh karyawan BKPM, yang mempertanyakan kebijaksanaan dan cara kepemimpinannya, seperti kewajiban meningkatkan English Toefl score bagi seluruh pegawai BKPM.  Kalau dianalisa ulang, mungkinkah meningkatnya investasi asing memang sangat berkaitan dengan kemampuan BKPM staff berkomunikasi secara cepat, fasih dan professional dengan para peminat investor.

Minimalnya “Indonesian road infrastructures” berkaitan dengan slogan “Build the road, business will come” telah diterjemahkan menjadi sebuah keharusan utama bagi Indonesia untuk mengundang PMA(Penanaman Modal Asing) dimasa depan.  Gita Wirawan mengatakan pada 2014 Indonesia akan meningkatkan sarana jalanan untuk dilaksanakan dalam beberapa tahun.  Tentu peningkatan hukum dan keamanan yang baik akan menjadikan Indonesia lebih menarik bagi Investor asing terutama kedalam kategori Manufacturing, bila Indonesia ingin bersaing secara global terutama menghadapi China, India, Vietnam dan negara lain dimasa depan.  //AL

24 February 2011 at 13:21 - Comments

Humorous US Marine Bumper Stickers seen on US Marine Corps Bases

USMC Sniper

“It’s God’s Job to Forgive Bin Laden — It’s Our Job To Arrange The Meeting”

“Marines — Providing Enemies of America an Opportunity To Die For their Country Since 1775″

USMC Tattoo

” U.S. Marines — Certified Counselors to the 72 Virgins Dating Club”permit

“My kid fought in Iraq so your kid can party in college”

“Water-boarding is out, so kill them all!”

“Interrogators can’t water board dead guys”

” U.S. Marines — Travel Agents To Allah”

“Stop Global Whining”

“When In Doubt, Empty The Magazine”

Naval Corollary; “Dead men don’t testify.”

“The Marine Corps — When It Absolutely, Positively Has To Be Destroyed Overnight”

“Death Smiles At Everyone — Marines Smile Back”

“Marine Sniper - You can run, but you’ll just die tired!”

“What Do I Feel When I Kill A Terrorist? … A little Recoil”

“Life, Liberty and the Pursuit of Anyone Who Threatens It”

13736_1213742797733_1653710793_566191_2811201_n“Happiness Is A Belt-Fed Weapon”

“Artillery Brings Dignity to What Would Otherwise Be Just A Brawl”

“One Shot, Twelve Kills — USN Gun Fire Support”

“Do draft dodgers Have Reunions? If So, What Do They Talk About?”

“Machine Gunners — Accuracy by Volume”

“A Dead Enemy Is A Peaceful Enemy — Blessed Be The Peacemakers”

“If You Can Read, Thank A Teacher. If You Can Read It In English, Thank A Veteran”

“Except For Ending Slavery, Fascism, Nazism, and Communism, WAR has Never Solved Anything.”Death before Dishonor

Location: USMC

14 January 2010 at 12:11 - Comments

Gusdur Bapak Pluralisme dan Demokrasi

Oleh sfwarungkopi.com
Arnold Lukito, January 12 2009.

img_0963img_0965img_0957img_0960

Gusdur Candlelights Memorial Service dimulai pada jam 6 malam, January 8, 2009, di Foster City, California.

Kegiatan ini diorganise oleh Tony Lolong, Beny Bevly, dan Arnold Lukito, program acara malam itu dilengkapi dengan pemutaran slides, pembacaan cerita jalan kehidupan Gusdur yang dibacakan oleh Romo Andalas, Pdt Hengkie Tjahyadi, dan Acting Konsul Jenderal KJRI San Francisco Ibu Trini Sualang.  Dilanjutkan dengan upacara mengheningkan cipta ditepi pantai yang diterangi dengan lilin-lilin kecil, lalu diiringi dengan pembacaan renungan yang dilakukan oleh Jenny Bevly. Setelah itu diisi dengan acara penulisan buku tamu dan pesan-pesan untuk keluarga yang telah ditinggalkan oleh Gusdur, yang akan dikirim kepada keluarganya di Indonesia.

Acara ini sangat bersejarah bahwa kita semua yang di Amerika tetapi masih tetap menghargai dan mengingat jasa-jasa Gusdur terutama apa yang beliau telah perjuangkan terhadap rakyat kecil, kaum minoritas, dan yang tertindas.

img_0968img_09361

Acting Konsul Jenderal KJRI San Francisco menulis pesan dibuku tamu, (kanan) menjawab interview dari World Journal Newspaper USA

Semoga para wakil-wakil dan pemimpin bangsa di Indonesia dimasa sekarang dan yang akan datang, dapat menjiwai apa arti Panca Sila, pluralisme dan kemanusiaan, serta juga tidak sungkan-sungkan lagi untuk menyadari  bahwa Gusdur telah memberikan banyak selama kepemimpinannya, walaupun dalam waktu yang sangat singkat.

Latar belakang:

Gusdur lulusan jurusan bagian sastra dan sosial dari Universitas Baghdad, Irak, kemudian meneruskan ke Universitas Leiden, Belanda.  Karena merasa kecewa bahwa ilmunya tidak diakui lalu melanjutkan sekolah di Jerman dan Perancis, sebelum kembali ke Indonesia pada tahun 1971.  Namun sebagai penulis dan komentar sosial budaya tidak dapat menutupi kebutuhan hidup sehari-harinya, terpaksa Gusdur berjualan kacang dan es lilin bersama istrinya.

Beberapa tahun kemudian jenjang karirnya naik pesat menjadi Ketua Umum Nadathul Ulama, partai Islam yang memiliki anggota 38 juta.
Pada tahun 1983 dengan kepemimpinannya Gusdur mengatakan bahwa NU harus kembali kepada Panca Sila.

Dalam satu pertemuan bersama publik, Gusdur berani mengakui kesalahan masa lalu, dan pernah memohon maaf kepada yang hadir, bila dalam sejarah G30S Kudeta 1965, 4 ketua NU dan anggota-anggota milisi Ansor terlibat dalam aksi anti komunis yang telah mengorbankan hampir 3 juta nyawa.
Menurut saksi-saksi, para korban umumnya dibunuh oleh pisau, pedang, dan golok, bahkan beberapa korban dalam penggalian kuburan masal yang dilakukan beberapa tahun lalu di Jawa Timur sekitar tahun 2005-2006 telah ditemukan tanda-tanda bekas tanda bacokan, dan lubang-lubang peluru pada tengkorak-tengkorak yang digali.  Mereka adalah korban Democide pembantaian masal yang menjustifikasikan kebencian ideologi anti komunis, tanpa adanya keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa mereka telah bersalah.

Dalam usaha mengubah persepsi sejarah lama, lalu PBNU berkerja sama dengan Tim Relawan didalam memperjuangkan ribuan para pelaku penjarah, yang sengaja diperangkap ketika sedang menjarah, dengan menutup dan mengunci mereka didalam kompleks shopping mall, bagaikan menjebak kumpulan binatang buas yang sedang menyantap mangsanya, lalu membakar mereka hidup-hidup, didalam kasus May’98.

Walau Gusdur tidak hadir sebagai karakter “the White Knight menunggangi  kuda putih dan memakai shining armor” juga kurang dihargai para pemimpin militer, dan Gusdur pun tidak pernah menggunakan Military Death Squads untuk melakukan penculikan, penembakan, dan teror terhadap rakyatnya sendiri, seperti yang seringkali terjadi pada masa Suharto.  Bahkan selama hidupnya Gusdur selalu mengutamakan demokrasi dan pluralisme.
Mungkin dari situlah yang membedakan karakter Gusdur yang selalu ingin menjadi pejuang bagi golongan rakyat kecil, kaum minoritas yang lemah dan tertindas.

Ketika masih menjabat sebagai Presiden Indonesia ke 4, dalam reformasinya Gusdur meminta turun Jenderal Wiranto, membubarkan Departmen Sosial yang korupsi, menutup Departmen Penerangan yang digunakan Suharto sebagai alat Intelijen Psy-Ops untuk memelintir fakta dengan memberikan dis-informasi, dan mis-informasi didalam melakukan “indoktrinasi masal” kepada rakyat Indonesia.  Dengan goal melakukan pembutaan dan pembohongan masal terhadap seluruh media cetak, TV, radio di Indonesia bahkan sampai seluruh textbooks dari SD sampai Universitas, dan seluruh pelajaran sejarah bangsa Indonesia yang berkaitan dengan fakta-fakta G30S berhasil dimanipulasikan selama 32 tahun.
Setelah Gusdur diturunkan, seringkali memberikan komentar-komentar adanya ancaman terhadap keselamatan dirinya, juga memberikan humor seperti adanya 3 macam polisi jujur di Indonesia, pertama patung polisi, kedua polisi tidur dan ketiga polisi Hoegeng, seringkali membuat kita semua kuatir, tertawa, tersenyum, dan juga membuat pihak tertentu sangat kesal.

Wahid Institute umumnya membuat laporan tahunan yang tidak segan-segan mengkritik bahwa tokoh-tokoh Polisi, Mahkamah Agung, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Dr Tifatul Sembiring sebagai mantan Presiden PKS, harus belajar arti pluralisme.  Benar-benar memprihatinkan bila para aparat pemerintah dan wakil rakyat berkarakter anti-pluralisme dan mendukung ideologi Rasisme.

img_0943

Pak Tony Lolong sedang memberikan kata sambutan

Kebebasan beragama dan UU Hate Crimes:

Bahkan dalam laporan terakhir Wahid Institute menyatakan dalam satu tahun 2009 saja telah mencapai “”93 kasus pelanggaran kebebasan beragama”"!!!!!!!

Masalah ini menjadi tantangan terberat dalam kepemimpinan SBY, terutama bila aparat keamanan dan para penegak hukum di Indonesia sangat enggan bertindak terhadap amukan masa, bahkan menurut Wahid Institute dalam banyak insiden polisi mendukung dan melakukan perusakan terhadap rumah ibadah!!!!!!!!!!!!!.  Terutama bila perusuh menggunakan tameng, slogan, dan symbol-symbol Islam dalam aksi perusakan dan pembakaran gedung-gedung gereja.
Aparat keamananpun umumnya seringkali mematuhi kemauan FPI dan Ormas-ormas radikal Islam yang seringkali bertindak melebihi kuasa POLRI untuk membubarkan perkumpulan mingguan “Bible Study” dirumah-rumah.

Kebebasan beragama terhadap kaum non-muslim mencapai titik yang sangat kritikal salah satu sebab adalah indoktrinasi SARA sepihak yang jauh lebih ditujukan terhadap kaum minoritas untuk selalu mengalah karena berada dipihak yang lemah, karena aparat keamanan dan UU kurang dapat melindungi, sehingga sangat tabu dan sungkan untuk melakukan kritik di Indonesia karena alasan keselamatan.  Sedangkan sebaliknya kita melihat “phenomena yang sangat luar biasa”, bahwa kaum radikal umumnya merasa sangat leluasa untuk memprovokasi dengan poster-poster dan baner Rasisme serta bebas melanggar setiap unsur SARA karena menyadari mereka tidak akan dihukum.  Kapan saja, dan dimana saja menjadikan slogan Coca-Cola sebagai slogan kebudayaan pembakaran rumah ibadah di seluruh Indonesia.  Sejak tahun 1945 sampai 2009 total jumlah gereja yang dirusak dan dibakar telah mencapai kurang lebih 1000 kasus.  Sangat luar biasa!!!!!

Hampir tidak ada yang diadili…………………..

a

Walaupun ketika Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bertemu muka dengan warga Indonesia di San Francisco.  Tetapi dapat dinilai sampai sekarang pemerintah kabinet SBY, masih belum sepenuhnya serious dan masih belum sungguh-sungguh memberikan prioritas utama secara detail ataupun berusaha menekankan usaha “konkrit secara hukum” untuk diciptakannya UU Hate Crimes di Indonesia yang dapat melindungi tindakan domestik terorisme berdasarkan kebencian terhadap suku etnis dan agama minoritas.

UU Hate Crimes dapat diharapan akan memberikan hukuman berlipat ganda yang akan menanggulangi aksi domestik teror terhadap kaum pemeluk agama minoritas, tempat-tempat ibadah, apakah gereja, mesjid Ahmadiyah, maupun wihara diseluruh Indonesia.

Kalau boleh mengatakan sejujurnya, tercermin para pemimpin Indonesia walaupun telah merdeka sejak 1945, namun kabinet Presiden SBY sampai saat ini masih belum mampu menegakkan hukum dan keadilan bagi kaum minoritas. Terlihat pemerintahan SBY masih memperlakukan kasus pembakaran rumah-rumah ibadah, dan gereja-gereja diseluruh Indonesia, yang seringkali menyebabkan hilangnya korban-korban nyawa, “jauh lebih sepele” dibandingkan dengan hukuman terhadap pelaku kriminal kecil, seperti pelaku pencuri pisang, semangka, ayam ataupun seorang nenek pencuri 3 buah cacao.  Karena kita semua hampir tidak pernah mendengar, bila ada pelaku pembakar gereja-gereja diseluruh Indonesia yang sudah mencapai total kurang lebih 1000 gereja, yang pernah ditangkap, dan dibawa kepengadilan.?????????????
Yang sangat menggelikan kita diseluruh dunia seringkali mendengar bila MUI mengeluarkan fatwa melarang penerbitan majalah Playboy,  namun MUI yang munafik menghalalkan sex tourism dan bisnis pelacuran dengan touris Arab yang melakukan kawin kontrak di Puncak. Harus kita semua ingat juga, Majelis Ulama Islam selama ini tidak pernah mengeluarkan fatwa, bahwa membakar tempat ibadah dan gereja-gereja adalah …….. HARAM!!!.

18674_1243298176599_1653710793_636178_3135983_nAkhir kata semoga Gusdur diterima disisi Yang Maha Kuasa atas jasa-jasanya terhadap Indonesia.  Bila mantan Presiden Mandela, almarhum Pendeta Martin Luther King Jr di Amerika dikenal dunia sebagai pejuang kebebasan kaum sesama minoritas di negaranya masing-masing, begitu pula marilah kita semua mengenang Gusdur sebagai pemimpin Indonesia yang mengutamakan (Note: Slogan dari Pdt Hengkie Tjahyadi) “Kemanusiaan diatas Theologi dan Ideologi”.

Note:  Semoga slogan “Kemanusiaan diatas Theologi dan Ideologi” yang sangat mudah sekali diucapkan namun dalam realitas Hak Asasi Manuisa dan Persitiwa May’98 hampir selalu diabaikan terutama oleh para pemimpin agama Kristen baik di Indonesia maupun di US.

Terutama dalam realitas, akan dapat diwujudkan dalam Aksi Nyata dan menjadi “asam garam kehidupan”  bagi seluruh umat Nasrani di San Francisco, kita semua harus ingat bahwa slogan ini tidak hanya menuntut aktif dalam segi rohani, ideologi, tapi juga dalam gerakan sosial,  dan juga gerakan kemanusiaan atau Hak Asasi Manusia!  Semoga seluruh kepemimpinan FKGI SF dapat mewujudkan slogan yang diucapkan oleh Pdt Hengkie Tjahyadi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Copyrights 2010 by sfwarungkopi.com.
All contents are copyrights protected, no part of articles and contents may be published without permission of the author.

12 January 2010 at 13:22 - Comments
hersri at 16:44 on 12 January 2010
Setuju 100%: Kemanusiaan di atas theologi dan ideologi! (maaf "T' dan 'I' di hadapan Kemanusiaan menurut saya tidak perlu huruf ...
Arnold at 21:37 on 12 January 2010
“T’ dan ‘I’ di hadapan Kemanusiaan menurut saya tidak perlu huruf kapital.........:-]]]]]]]]]]]]]]]] Terima kasih atas komentarnya

Anatomi Dibalik G30S

Oleh: Arnold Lukito

http://www.indonesiamedia.com/2009/8/mid/sejarah/Anatomi.htm part 1
http://indonesiamedia.com/2009/08/30/anatomi-dibalik-g-30-s-2/
http://indonesiamedia.com/2009/09/23/anatomi-dibalik-g30s-%e2%80%93-bagian-ke-3/

Dimulai dengan adanya politikal konfrontasi antara Sukarno dengan Malaysia, yang didukung oleh Australia dan Inggris, saat itu memiliki investasi modal yang sangat besar di Indonesia. Lalu dilanjutkan tindakan “nasionalisasi” atau penyitaan perusahaan-perusahaan Inggris mencapai jumlah total US$400 million.

Saat itu seluruh investasi modal Amerika juga terancam akan disita, bahkan hampir separuhnya sudah direbut oleh PKI. Tindakan ini adalah tindak balasan atas serangan Amerika terhadap paham komunis di Vietnam Selatan,  gerakan G-30-S di padamkan perusahaan-perusahaan itu kemudian dikelolah oleh pimpinan-pimpinan militer sebagai “bisnis ABRI”.

optimized_image_09858844

Setelah ditumpasnya G30S, Indonesia mulai mengembalikan seluruh perusahaan-perusahaan investasi asing yang bergerak didalam sumber bahan mentah dan hasil alam, dari minyak, karet, kopi, dan teh, kepada negara seperti Belanda, Inggris dan Amerika, dll.

Kudeta militer dengan menggunakan dalih G30S untuk menumpas paham komunis di Indonesia berjalan lancar, yang dilanjutkan dengan pembantaian PKI, dilihat oleh pihak asing bahwa aksi pembunuhan masal ini bersamaan dengan keberhasilan Indonesia melancarkan kembali bisnis investasi modal. Bahkan Indonesia segera menciptakan “UU Investasi Asing pada Januari 1967″, yang menjamin seluruh penanaman modal luar negeri di Indonesia, termasuk adanya bantuan militer, dan perlindungan Armada 7 dari ancaman masuknya ideologi komunisme.

Perusahaan perusahaan konglomerat Amerika sangat berpengaruh, menyadari potensi strategis dari Indonesia, dengan menggunakan kekuatan lobby, mereka mendiktekan mandat politik luar negeri Amerika di Washington untuk Indonesia.  Hasilnya mendorong terjadinya kudeta G30S yang berhasil memperkuat posisi investasi modal kapitalisme dan kekuatan militer Amerika di Asia Tenggara, setelah PKI ditaklukan.  Dari Chase Manhattan Bank, Freeport di Irian Barat, kebun karet ban mobil Goodyear di Sumatra, Unilever, Palmolive dan Lux di Jakarta, Uniroyal, Union Carbide, pabrik mesin jahit Singer dan National Cash Register, Tenneco, menerima kembali hak miliknya.  Tidak ketinggalan  hampir seluruh perusahaan minyak dari Arco, Caltex, Exxon, Chevron, Shell. Mobil Oil, keuntungan perusahaan-perusahaan ini berlipat ganda sejak Presiden Suharto berkuasa.ciacoinb1

Karena adanya ancaman kehilangan investasi modal yang sangat besar atas sikap politik Sukarno yang sedang kampanye ganyang Malaysia dan anti barat, maka masalah ini dibahas oleh Attorney General Kennedy pada tahun 1961. Lalu dilanjutkan dengan aksi politik dimulai sejak bulan March 4, 1964. Komite 303 memberikan aksi proposal untuk merencanakan “covert action” melibatkan para individual dan group yang telah disiapkan untuk melakukan gerakan darurat di Indonesia. Beberapa bulan kemudian aksi proposal ini dilanjutkan pada musim panas 1964, berkerjasama dengan Foreign Office, mengesahkan aksi politik resolusi untuk Indonesia. Tujuan pemerintah Amerika menciptakan koalisi dan mendukung individual-individual dan golongan-golongan anti- komunis sebagai kaki tangan dan ujung tombak di Indonesia.be046974ih3

Kemudian propaganda inipun diikuti dengan kampanye anti-pemerintah China, dan juga anti suku Tionghoa Indonesia yang saat itu diasosiasikan dengan pro komunis, maksudnya dengan melakukan demonisasi terhadap seluruh golongan Tionghoa tujuannya memperkecil perlawanan dari mereka baik secara physical maupun ideologi, agar pembantaian PKI berjalan lancar. Program ini dikoordinasikan di Washington Foreign Office bagian Asia Tenggara dan juga dengan U.S. Ambassador untuk Indonesia pada saat itu, Marshall Green.  Rencana ini melibatkan individual yang akan ditunjuk sebagai liason antara US Embassy dan golongan anti komunis, pemberian dana untuk covert-action.

Dari aksi politik dilanjutkan dengan aksi militer dilapangan: Seorang anggota pasukan dari US Marines Fleet Forces pada tahun 1986, pernah bercerita setelah terjadinya penculikan G30S di Jakarta,  bersama Armada 7 sekitar tahun 1965 mendarat di Tanjung Priok kurang lebih seminggu dalam tugas “search and rescue”, untuk menyelamatkan warga Amerika didalam keadaan krisis di Jakarta.  Juga bersamaan dengan pemberian bantuan M-16 untuk menumpas gerakan komunis.sukarjfk

CIA mengakui kejadian G30S adalah aksi yang paling berhasil dan seringkali dijadikan contoh model untuk kegiatan insurgency di Asia dan beberapa negara Amerika Latin. (Southwood and Flanagan: Indonesia: Law, Propaganda, and Terror, 1983, # 36)
Beberapa ahli menekankan cara pola rencana CIA di Laos, Guatemala, Philipine, Argentina, Brazil, Pre-Sandanista Nicaragua, Chile, Zaire, dan di Indonesia dalam G30S pun terlihat adanya persamaan taktik “menciptakan friksi adu domba” diantara beberapa kekuatan badan politik dan 4 golongan kekuatan yang mendukung Jenderal Yani/Nasution vs PKI, pendukung kubu dukungan CIA: Jenderal Soeharto, dan kubu kekuatan terakhir Presiden Sukarno.be062290el0

Langkah-langkah skenario badan intelijen asing:
1. Dengan psychological propaganda membuat rumor bahwa komunis semakin berambisi, lawan politik Sukarno, yang sangat tinggi nasionalismnya. Digunakan oleh negara China untuk menguasai negara Indonesia.
2. Memberikan bantuan terhadap individual-individual dan kelompok-kelompok yang mampu dan siap untuk menghancurkan golongan komunis.
3. Mendukung kelompok anti Komunis (Dewan Jenderal) didalam lingkungan Presiden Sukarno dengan konsep jelas, yang akan menyatukan kelompok yang tidak mendukung fraksi-fraksi komunis dan menciptakan jurang antara PKI dan majoritas warga Indonesia.
4. Menunjuk dan membimbing calon pemimpin Indonesia yang telah ditunjuk untuk mengambil kuasa setelah “military covert action”: Kudeta G30S selesai, PKI dihancurkan, dan siapa yang akan memimpin Indonesia bila Sukarno tewas, maupun disingkirkan dari posisi kedudukan sebagai Presiden Indonesia.
5. Meneliti, memberikan evaluasi, dan memonitor kegiatan kelompok yang anti Sukarno, gunanya untuk mempengaruhi group itu agar selanjutnya, mendukung Presiden anti komunis yang Amerika sudah persiapkan.
6. Secara publik Amerika mendukung group I: Perwira-perwira tinggi pro Western sebagai kelompok anti komunis, dirumorkan sebagai Dewan Jenderal, yang akan melakukan kudeta pada 5 Oktober 1965.
7. Namun dibalik group I, secara rahasia badan intelijen asing  juga mendanai group II, tanpa sepengetahuan Dewan Jenderal, maupun publik, menunjuk Suharto sebagai pewaris kuasa negara Indonesia,  untuk menggantikan Presiden Sukarno. Dibalik layar Suharto berkerjasama dengan US mendukung diciptakannya Dewan Revolusi bersama orang kepercayaanya yaitu: BrigJen Supardjo sebagai Teknikal Komando, Kolonel Suherman, Kolonel Marjono, LetKol Usman Sastrodibroto, Mayor Sujono, Kolonel Latief, LetKol Untung, didukung 5 dari 7 batalion Diponegoro dan juga Brawijaya. Dikemudian hari Suharto menyiapkan TNI RPKAD dibawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhie Wibisono, berkerja sama dengan 4 Ketua Nadhatul Ulama, dan pemuda Ansor, sebagai bagian dari pembersihan komunis Indonesia.16581394
8. Setelah CIA berhasil mengontrol 4 kubu kekuatan yang berlawanan, maka dilanjutkan dengan menciptakan “trigger-point untuk menciptakan Domino effects”” agar terjadi konflik perebutan kekuasaan didalam negara Indonesia, dengan cara membocorkan sebuah “dokumen penting” pada September 14, 1965. Intinya bahwa Dewan Jenderal akan melakukan Kudeta pada 5 Oktober 1965. Kemudian pemimpin ABRI melakukan rapat emergency pada tanggal 18 September membahas kebenaran rumor dan tindakan apa yang harus dilakukan, dan rapat terakhir dilakukan pada September 30.
9. Dewan Revolusi yang dikepalai oleh LetKol Untung diberikan lampu hijau untuk melakukan counter-kudeta terhadap Dewan Jenderal pada 30 September, dengan menggunakan nama Presiden Sukarno sebagai alasan untuk menculik.
10. Melibatkan keberadaan “2000 low level PKI” di Halim, didalam kejadian G30S, sebagai alasan keterlibatan komunis dalam G30S, diikuti oleh propaganda, fitnah dan penghianatan.

Pada bulan November 1965, Suharto mengesahkan Tim Pembersih Khusus dipimpin Kolonel Sarwo Edhie Wibowo untuk menumpas PKI, dilanjutkan dengan pembataian masal yang dimulai dengan pemberian “5000 hit lists” dari pihak Amerika. Dimana dikatakan adanya pengecekan daftar nama yang sudah dieliminasi.  Pemberian sejumlah radio telekomunikasi dari Amerika dan British, tanpa sepengetahuan pihak Indonesia, bahwa frequenzynya secara rahasia dimonitor. Seluruh percakapan dalam radio, selama perencanaan, serta perintah komando dan pembantaian PKI terjadi, didengarkan oleh British inteligen. Komunikasi itu dimonitor selama setahun, dan diterjemahkan oleh British MI6 di Phoenix Park, Singapore, dan British Hong Kong Head Quarters. G30 S telah berlalu, komunism dan sosialism dihancurkan, tembok Berlin telah diruntuhkan pada 1989, Soviet Union terpecah belah, Presiden Boneka Suharto pun akhirnya telah digulingkan.300px-ahnasution1965

Walaupun CIA telah mengeluarkan ”blacked-out” dokumen pada 1998 mengenai kejadian 30 September, dan pada tahun 2007, Presiden Suharto Authorized Biography pun memberikan opini mengenai Kudeta G30S, namun inti tulisan dari seluruh sumber buku itu terjadi “conflict of interests”, bertentangan dengan banyak fakta bukti-bukti dilapangan yang ada dan telah dianalisa oleh para ahli dokter forensik, bahkan buku dan kesaksiannya mudah sekali dituduh sebagai lanjutan fabrikasi dari kejadian yang sebenarnya. Terutama buku Suharto’s Authorized Biography lebih menitik beratkan bahwa dirinya sebagai pahlawan bangsa dan kuatnya keterlibatan PKI didalam G30S, akan tetapi kurang dapat memberikan bukti-bukti keterlibatan PKI secara langsung, selain hanya alegasi politikal motive, bahkan Suharto dalam buku itu terlihat berusaha keras menutupi keterlibatan dirinya didalam aksi rencana awal G30S. Sedangkan hampir selusin buku yang ditulis diluar Indonesia intinya adalah hypothesis yang mejelaskan bahwa PKI dan Presiden Sukarno adalah pihak yang menjadi korban perebutan kekuasaan didalam negara Indonesia, dengan MayJen Suharto sebagai pewaris kuasa satu-satunya, yang mengenal dengan baik seluruh pelaku konspirator G30S, dan secara rahasia terlibat dari awal sampai akhir didalam melaksanakan sinkronisasi rencana US untuk menggulingkan Presiden Sukarno.

Pada tanggal 30 September 1965, Presiden Sukarno memberikan pidato Musyawarah Besar Teknik(Mubestek) di Stadium Senayan, setelah itu pulang menemui Dewi Sukarno. Menurut informasi yang didapat LetKol Untung mengejar kendaraan Presiden, dan membawa Presiden keliling melewati Istana Merdeka dengan memberikan informasi bahwa Istana Merdeka sudah dikelilingi oleh pasukan-pasukan dari luar daerah, padahal mereka adalah pasukan Tjakrabirawa. Lalu mengusulkan untuk ke Halim dengan alasan keselamatan dan nyawanya terancam. Akan tetapi banyak yang spekulasi bahwa LetKol Untung mencoba memenuhi rencana awal yang akan mengindikasikan bahwa Presiden Sukarno adalah bagian dari perencana G30S, dan menggunakan Halim sebagai Markas Operasi.

Beberapa urutan kejadian pada October 1, 1965 dan bulan-bulan berikutnya terlihat sangat jelas tetapi cerita detail penculikan masih tetap menjadi misteri, artikel ini akan berusaha merekonstruksi kejadian semaksimal mungkin, walaupun banyak data yang telah hilang didunia politik Indonesia. Yang pasti para Dewan Jenderal telah diculik dan dibunuh pada malam September 30, 1965. Dilanjutkan dengan tuduhan terhadap warga Indonesia termasuk etnis Tionghoa (Southwood and Flanagan: Indonesia: Law, Propaganda, and Terror, 1983, # 53) sebagai anggota PKI, tanpa adanya pengadilan resmi, majoritas dibantai menggunakan pisau dan golok, sebagaian dianiyaya, ada yang dipaksa menggali kuburan masal, dan juga ada yang dilemparkan kedalam goa, namun banyak korban yang dibuang kekali, kejadian ini berlaku diseluruh pelosok Indonesia akan tetapi kebanyakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, dan Bali. Kudeta ini sangat mudah dilakukan, karena terjadinya legitimasi propaganda media dan badan inteligen.g-30-spki

Pagi hari 1 Oktober satu group pimpinan TNI melakukan pelanggaran manusia, melakukan summary executions, pembunuhan systematic, penyiksaan, untuk mendukung kekuatan politik Suharto dan dalam usaha mengambil alih kuasa ABRI saat itu (Southwood and Flanagan: Indonesia: Law, Propaganda, and Terror, 1983, # 49)
Counter Kudeta ini menggunakan kekuatan militer dengan alasan menghancurkan kaum komunis, yang sangat kritikal dengan terjadinya korupsi didalam tubuh Bisnis TNI pada tahun 60an. Akan tetapi Suharto dengan cepat menyusun kekuatan dalam waktu 4 bulan didalam sejarah pembantaian rakyat Indonesia yang sangat keji.(Chomsky, Noam and Herman16581231, Edward S. The Washington Connection and Third World Fascism, 1979, #206)

Sejarah politik Indonesia sejak 1965 adalah politik pelanggaran HAM, warga menghilang diculik, mahasiswa meninggal secara misterious seperti kecelakaan, dan segala macam kejadian. Kekejian teror yang membuta bukanlah cara efektif negara untuk menaklukan warga Indonesia sendiri. Bahkan rezim yang paling brutal akan memanipulasi hukum seperti Nazi Germany, dan Stalin di Russia tidak terkecuali, termasuk Suharto. Akan tetapi UU negara melegalisasikan “martial law” KOMKAMTIB (Bunge, Frederica M: Indonesia: A Country Study. Wasington HQ, Dept of the Army 1983) sebagai Dwi-Fungsi ABRI “organisasi state teror” memang dimaksudkan untuk mendukung kebijaksanaan Suharto. Total jumlah korbanpun tidak dapat dipastikan tapi diperkirakan dari 1-3 juta korban, sebagai Genocide kedua terbesar setelah korban Nazi dalam Perang Dunia II.

Sukarno seorang kharismatik, Bapak Kemerdekaan Indonesia, sudah memimpin hampir 20 tahun. Sukarno secara politik bermain mata diantara 2 ideologi: dunia barat dan blok sosialis/komunis. Dengan cerdiknya menciptakan ideologi baru; Nasakom, singkatan dari nationalism, agama dan komunis. Saat itu Partai Komunis Indonesia sangat kuat. Dikatakan memiliki 3 juta anggota dengan 10 juta pendukung, menjadikan PKI nomor 4 di Indonesia dan partai komunis yang berpengaruh diluar China dan USSR. PKI secara umum mendapat dukungan politik Presiden Sukarno, akan tetapi tidak membuat dirinya sebagai seorang komunis sejati. sukarno-suhartoWalaupun Sukarno adalah Presiden seumur hidup namun tidak memiliki kekuatan untuk menjadikan dirinya seorang diktator. Pihak militer dan pemegang elite politik mampu membatasi langkah kekuasannya. Lebih lanjut para pemegang kuasa militer seperti loose cannon “mereka dapat bertindak tanpa persetujuan dari Presiden Indonesia”, seperti menghentikan demonstrasi, menutup penerbitan surat kabar, menculik, dan melakukan penyiksaan didalam interogasi terhadap pemimpin oposisi politik dan ketua PKI.

Sukarno mendirikan PNI ditahun 1927, partai ini dilarang Belanda. Sebagai ketua partai, dipenjarakan oleh pemerintah pada tahun 1930, setahun kemudian dibebaskan. Partai ini lalu dibubarkan tahun 1945, setelah Indonesia merdeka, karena adanya perbedaan pendapat, dianggap kurang diperlukan?
Kemudian pada tahun 1947-1948 PNI diaktifkan kembali. Kepemimpinan PNI tidak lagi diurus oleh Sukarno, dan para pemimpin PNI didaerah-daerah, majoritas mendukung ideologi komunis, pada 1965 sekretaris jenderal PNI dan banyak dari para anggota menjadi target dan korban pembunuhan masal, dianggap pendukung PKI.

Sebagai Presiden Indonesia yang dikatakan memiliki IQ sangat tinggi, tetapi Sukarno tidak memiliki partai politik, dan tergantung terhadap keberadaan PKI untuk kebijaksaan politik di Indonesia, badan intelijen asing pun menilai MenLu Dr Subandrio adalah pewaris kuasa Sukarno yang tidak disukai Amerika karena mendukung ideologi komunisme. Sukarno seringkali mengatakan setelah Indonesia merdeka dari Belanda bukan berarti akhir dari pergolakan politik didalam tanah air. Selalu didalam pidatonya mengingatkan seluruh rakyat Indonesia perlunya kelanjutan dari kemerdekaan untuk menciptakan negara adil sejahtera, dan makmur. Namun orasinya meninggalkan persepsi dan definisi berlainan diantara seluruh rakyat Indonesia juga terhadap badan intelijen asing yang selalu melakukan analisa politik terhadap apa yang diucapkan dan apa yang akan dilakukan oleh Presiden Sukarno selanjutnya. Tingkah laku Sukarno sangat meresahkan pemimpin-pemimpin negara barat, bahwa PKI akan menjadikan Indonesia berideologi Sosialisme/Komunisme (“ekonomi kerakyatan” sosialisme/komunisme dijanjikan oleh Mega/Prabowo dalam Pemilu 2009).suharto_01

Sukarno berhasil mengalahkan PKI dalam konfrontasi ditahun 1948. Namun PKI dapat meraih sukses simpatisan didalam eleksi Presiden tahun 1955. Kemudian PKI naik menjadi partai yang sangat berpengaruh pada pemilihan partai legislatif tahun 1957 (US Army’s 1983 Areas Studies Handbook on Indonesia), tentu sebagai politisian Sukarno menyadari ada baiknya berkerja sama untuk kebaikan bersama. Karena PKI telah membentuk SOBSI organisasi buruh hampir diseluruh daerah dan memiliki anggota sangat besar yang dapat membuka jalan untuk memberikan keadilan serta kesejahteraan terhadap seluruh rakyat. Bahkan Sukarno mengharuskan pegawai negeri mempelajari prinsipal Nasakom dan teori Marxis untuk studi banding.

Diawali kunjungan Sukarno menemui Mao Tse Tung ke Peking pada November 1964, kemudian Dr Subandrio menerima kunjungan ketua partai komunis China, Zhou En-Lai, di Istana Bogor April 20, 1965. Setelah itu Sukarno pada bulan Augustus memberikan pidato diperlukannya sebuah pasukan kelima, diluar seluruh pasukan militer dan polisi. Pemerintah Amerika dan media barat memberitakan bahwa Sukarno membeli 100,000 AK-47 dari China untuk mempersenjatai pasukan milisia, semua senjata disimpan didalam gudang senjata TNI-AU di Halim Perdana Kusumah.
Ketika 2000 Gerwani dan Pemuda Rakyat mendapatkan latihan militer terutama dalam cara baris-berbaris, sejak bulan July 1965, didalam persiapan untuk mengikuti pawai hari angkatan bersenjata pada 5 Oktober 1965 di Monas. Tujuan utamanya juga dipersiapkan untuk menyerbu Malaysia. Namun anggota level bawahan komunis ini “hanya diijinkan menggunakan senapan kayu!” Juga keberadaan mereka di Halim, secara politik sengaja “being set-up” untuk melibatkan seluruh nama PKI secara langsung kedalam penculikan dan pembunuhan dalam kasus G30S.

Dalam pidatonya dibulan Augustus 1964, Sukarno mengucapkan bahwa dirinya menghendaki suatu group revolusi, tidak keberatan apakah mereka berasal dari kaum nasionalis, kelompok agama, atau komunis, dan menambahkan “Saya adalah kawan Komunis, sebab Komunis adalah rakyat yang tidak gentar melakukan aksi revolusi” Lalu pada hari peringatan PKI, April 1965, Sukarno berkata “Saya mencintai PKI sebagai saudara setanah air, dan bila saya meninggal saya akan merasa kehilangan seorang saudara kandung”.

Sukarno menyetujui konfrontasi dengan Malaysia atas masalah Sabah, 29 December, 1963, pasukan gerilya Indonesia menyerang Kalakan, 50 km didalam daerah Sabah. Hasilnya pasukan Ghurka Inggris dan Malaysia menghancurkan seluruhnya kecuali 6 gerilya menjadi tawanan. Juga 7 Maret 1964 mengirim ABRI dan pasukan Marinir untuk memata-matai kedalam negara itu, namun beberapa tertangkap dan dihukum mati di Malaysia. Sejak tahun 1963 Sukarno mulai melakukan propaganda anti Amerika, seperti melakukan pelarangan mendengarkan lagu Beatles dan group KoesPlus, pelarangan dansa Agogo, dan segala macam apapun yang berbau Amerika.
Ketika US Ambassador untuk Indonesia menghadiri acara pawai, Presiden Sukarno dalam pidatonya katakan dalam bahasa Inggris “go to hell with your aids”, mengakibatkan US President Johnson pada December 1963 memotong dana bantuan sandang pangan terhadap negara Indonesia. Akan tetapi bantuan militer tetap diberikan untuk menghadapi komunisme.

Kemudian pada Januari 1965 Sukarno mengejutkan dunia sebagai negara Asia pertama yang keluar dari PBB, sebagai reaksi protes karena Malaysia mendapatkan kedudukan didalam UN Security Council. Dilanjutkan pada August 1965 Sukarno dalam pidatonya mengatakan akan mengaktifkan pasukan kelima dalam keadaan darurat karena adanya konfrontasi dengan Malaysia. Keadaan ekonomi di Indonesia saat sebelum terjadinya Kudeta G30S sangat parah sekali. Bahkan Sukarno dirumorkan menderita penyakit keras, serta adanya kecemasan dan pelemparan psy-op propaganda dan rumor bila Sukarno meninggal maka PKI akan dihancurkan oleh kekuatan militer. Segala rumor propaganda ini sengaja diciptakan oleh badan intelijen untuk menciptakan krisis politik dan kecurigaan dari setiap lapisan badan negara. Badan intelijen analis dari beberapa negara menilai Sukarno sudah berada diluar jalur dan keputusan bersama diambil bahwa “dirinya harus disingkirkan secepatnya.”

Saat itu perang di Vietnam melawan Komunis sedang berlangsung, dunia barat menyadari demokrasi dan sistim kapitalism di Asia Tenggara sangat terancam dengan keadaan politik domestik Indonesia, bahkan PKI berkembang sangat pesat kedalam kabinet negara Indonesia tanpa adanya perlawanan berdarah seperti dinegara-negara Asia Tenggara lainnya. Itulah persepsi yang berlangsung terhadap PKI.

Psy-Op Black Propaganda: Tujuan utama kampanye ini, melakukan character assassination/demonization “memberikan persepsi bahwa kaum komunis adalah mahluk tidak beragama” ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan “hati nurani dan pikiran seluruh warga Indonesia” sebagai brain-wash, mengisi dan mempengaruhi cara pola berpikir majoritas didalam usaha melancarkan “physical koordinasi” dan kerjasama bagi seluruh group dan individual yang akan melakukan aksi pembantaian PKI. Dalam sensus dari jumlah 40 juta, paling sedikitnya 1/4 sejumlah 10 juta adalah anggota pendukung PKI. Sejumlah 10 juta warga Indonesia, ditambah sanak keluarga, saat itu dibawah ancaman pembunuhan langsung (Southwood and Flanagan: Indonesia: Law, Propaganda, and Terror, 1983, # 74).

Provokasi dan hasutan melalui pamplet disebarkan melalui helicopter, radio, koran-koran di Indonesia, dilakukan menggunakan unsur nasionalism, etnis, dan agama seperti: “Bunuh atau dibunuh, bunuh atau tanah dirampas, Cina Komunis adalah Kafir, bunuh dan habiskan mereka demi kebesaran Islam”. (Southwood and Flanagan: Indonesia: Law, Propaganda, and Terror, 1983, # 67). Dilanjukan dengan pembantaian masal terhadap 1-3 juta korban yang dilakukan oleh Pasukan RPKAD, direstui oleh 4 ketua NU, dan pemuda milisia Ansor.

Hubungan diantara Dewan Revolusi: Karena kerasnya rumor yang didengungkan oleh CIA selama beberapa tahun. Perwira-perwira muda “percaya” dan berkesimpulan bahwa adanya Dewan Jenderal telah melakukan korupsi dan menerima uang sogok dari Amerika. Dengan kehidupan yang sangat mewah dimana seluruh rakyat sedang mengalami kesulitan ekonomi, ditambah bahwa Dewan Jenderal telah menghianati dan akan melakukan Kudeta terhadap Presiden Sukarno pada October 5, 1965. Menurut catatan sejarah pergolakan dimulai dari perwira-perwira yang berasal dari Jawa Tengah, namun di Jakarta dibelakang layar sebuah rencana kudeta dipimpin oleh Jenderal Soeharto, Jenderal Supardjo, Kol Latief, dan LetKol Untung “kebetulan” dipindahkan pada January 1965, ditugaskan memimpin 3 unit Tjakrabirawa, pengawal Istana Presiden Merdeka.

Singkatnya dalam hari D-Day ketika semua berkumpul di Halim Perdana Kusumah, Kolonel Latief dan LetKol Untung mengatakan kepada seluruh pasukan bahwa: Malam itu adalah saatnya bertindak terhadap para Dewan Jenderal karena mereka akan melakukan Kudeta terhadap Presiden Sukarno pada Oktober 5, yang akan didukung oleh US, cerita ini dipercayai oleh seluruh anggota pasukan. Mereka diperintahkan untuk menciduk para Dewan Jenderal dengan menggunakan nama Sukarno “Presiden memanggil dan menunggu di Istana”. Aksi G30S dilakukan tanpa sepengetahuan Presiden Sukarno secara detail. Karena hampir tidak mungkin seorang Presiden Indonesia memerintahkan untuk menculik dan membunuh seluruh 7 Jenderal. Sebagai aparat negara bertugas mempertahankan kedaulatan negara, mematuhi perintah atasan, dan sangat percaya apa yang mereka lakukan akan mengembalikan Negara Indonesia, dan akan menyelamatkan Presiden Sukarno. Seluruh anggota TNI malam itu yakin bahwa rencana Kudeta Dewan Jenderal benar akan terjadi, maka LetKol Untung yang diwakili oleh Letnan Satu Doel Arief melakukan operasi militer yang dikenal dengan peristiwa G30S. Hubungan diantara para konspirator perlu diketahui: Jenderal Soeharto secara pribadi mengenal LetKol Untung sebagai anak buah, begitupun terhadap Kolonel A. Latief, Major Bambang Supeno.

Dua tahun lalu pada 10 Juli 1963 Suharto diangkat menjadi PangKostrad, dan beberapa hari sebelum 30 September 1965 memerintahkan kedatangan pasukan dari luar daerah ke Jakarta, dan harus diingat Suharto melakukan inspeksi kesiagaan siap tempur, terhadap seluruh unit dari “pasukan penculik” pada 29 September 1965, sehari sebelum kejadian aksi G30S.
Bahkan pada 10pm malam itu, beberapa jam sebelum terjadinya aksi penculikan terhadap para Dewan Jenderal, Kolonel A. Latief menemui Suharto, ketika Tommy berada dirumah sakit, untuk memberikan laporan terakhir bahwa rencana yang mereka ketahui bersama akan dilakukan dalam beberapa jam, dan semua berjalan lancar.
Namun dalam buku Autobiographynya Suharto mengatakan Kolonel Latief hanya lewat tanpa mengucapkan sepatah katapun, bahkan dalam interviewnya dimuat di media Malaysia, Suharto pernah menuduh Kolonel Latief mencoba untuk menculik dan membunuh dirinya pada malam itu tanpa pasukan, dirumah sakit????

Apakah MayJen Suharto Penghianat: Badan intel asing menghianati para Dewan Jenderal sebagai umpan-pancingan agar G30S terjadi, sedangkan Suharto sebagai pewaris kuasa dalam covert action ini menghianati seluruh sahabat dan para pelaku G30S dan kemudian secara sistematis mengambil alih kuasa ABRI, dengan cara mencuci tangan keterlibatan dirinya dari rencana awal, dan mengeksekusi hampir seluruh Perwira yang melakukan aksi G30S untuk keuntungan dirinya.
Yang sangat menarik dan perlu diingat LetKol Untung; didalam sidang Militer berkata “Bapak(Suharto) telah menghianati saya”.

Setelah Dewan Revolusi berhasil menghancurkan Dewan Jenderal. Pada March 1966, Suharto mengutus 2 Jenderal menemui Presiden Sukarno di Istana Bogor, menghasilkan Super Semar, namun bukti surat itu tidak pernah ditemukan, dan dikatakan hilang???

Pasukan-pasukan TNI-AD yang terlibat dalam aksi penculikan berasal dari:
* 1 regu dari Tjakrabirawa diketuai oleh LetKol Untung.
* 1 regu dari 454 Jawa Tengah diketuai oleh Major Sukino.
* 1 regu dari 530 Jawa Timur diketuai oleh Major Bambang Supeno.
* 1 regu Brigade Infantri I diketuai oleh Kolonel A. Latief

Awalnya PKI tidak diganggu, untuk melakukan seperti apa yang sudah direncanakan dengan detail dari semula, dan juga untuk mencuci nama semua yang terlibat, Suharto memulai propaganda hitam dengan memberikan bukti-bukti fabrikasi dan mengatakan bahwa PKI beserta Gerwani telah menculik dan membunuh para Jenderal. Walaupun tak satupun terbukti bahwa adanya penduduk sipil yang terlibat dalam aksi penculikan, dan pembunuhan, karena didalam aksi operasi militer, mereka semua berseragam TNI-AD, dan mengendarai kendaraan TNI-AU. Pasukan-pasukan dikerahkan menjadi 7 unit, setiap unit bertugas untuk menciduk satu jenderal. Jumlah mereka tidak sama tergantung rumah Jenderal mana yang akan mereka akan kunjungi, bagi yang dikerahkan untuk menciduk Jenderal Nasution dan Jenderal Yani, memiliki lebih banyak anggota pasukan dari unit yang lain. Karena kedua Jenderal ini memiliki anggota pasukan bersenjata didepan rumah mereka, dan mengantisipasi bahwa perlawanan mungkin akan terjadi.

Pertemuan di Lubang Buaya dimulai pada 2:00 pagi, persiapan logistik selesai sekitar 3:00 pagi, kemudian satu persatu mereka naik kedalam kendaraan yang telah diperintahkan. Sekitar 3:15 kira-kira selusin bus dan truk yang membawa seluruh pasukan berangkat dari Halim Perdana Kusumah dan tiba 45 menit kemudian, didaerah kawasan Menteng, perumahan elite di Jakarta. Mereka tiba ditarget lokasi sekitar pukul 4:00 pagi.

Penculikan terhadap Jenderal Yani: Regu penciduk untuk Jenderal Yani berangkat dari Lubang Buaya dibawah pimpinan Letnan Satu Mukijan, menggunakan 2 Bus dan 2 Truck, dengan pasukan sebanyak 1.5 Kompi. Melewati Jakarta Bypass, kemudian memotong jalan melalui Jalan Rawamangun menuju Salemba, Jalan Diponegoro dan Jalan Mangunsakoro, mereka tiba dirumah Jenderal Yani di Jalan Lembang.

Pasukan dibagi menjadi 3 group, yang pertama menjaga belakang rumah, yang kedua menjaga didepan rumah, dan group ketiga dibawah pimpinan Letnan Satu Mukijan dan Sersan Dua Raswad, memasuki perkarangan rumah dan menghampiri rumah. Mereka berdua menyapa pasukan penjaga bahwa mereka menyampaikan pesan penting dari Presiden Sukarno. Melihat seragam Tjakrabirawa mereka tidak menaruh curiga sama sekali, kemudian diikuti oleh group penyerang dengan cepatnya melucuti senjata mereka. Menjawab ketukan dipintu, pembatu rumah tangga membuka pintu, dan secepatnya didorong kesamping. Setelah mereka masuk kedalam rumah, group yang dipimpin oleh Sersan Raswad menjumpai anak laki berumur 7 tahun; Eddy putra Jenderal Yani yang sedang mencari Ibunya.

Eddy diminta membangunkan Jenderal Yani, kemudian keluar mengenakan pakaian pajama, Raswad mohon agar Jenderal Yani menemui Presiden sekarang juga. Jenderal Yani meminta tunggu untuk mandi, akan tetapi Raswad katakan tidak perlu mandi, dan tidak perlu tukar pakaian. Karena sadar apa yang terjadi kemudian Jenderal Yani memukul salah satu prajurid, dan masuk kedalam kamarnya secepatnya untuk mengambil senjata, dan menutup pintu berjendela gelas dibelakangnya. Raswad kemudian perintahkan Sersan Gijadi untuk lepaskan tembakan. Sejumlah 7 peluru menembus pintu dan menewaskan Jenderal Yani saat itu juga. Sebagian dari group, yang terdiri dari Raswad dan Gijadi, juga Korporal Djamari, Prajurid Kepala Dokrin, dan Prajurid Satu Sudijono, menyeret jenasahnya keluar dan melemparkan kedalam salah satu bus yang sedang menunggu. Kemudian mereka semua kembali melalui Jatinegara menuju Lubang Buaya, disana Mukidjan melaporkan hasil tugasnya kepada Doel Arief.

Penculikan terhadap Jenderal Soeprapto: Karena rumah Jenderal Soeprapto tidak dijaga, maka hanya diperlukan pasukan dalam jumlah kecil. Dengan menggunakan pasukan yang dimuati dalam satu Toyota Truk dibawah pimpinan Sersan Dua Sulaiman dan Sukiman. Jumlah mereka sebanyak 19 orang, dipersenjatai dengan Sten guns, Garrand, dan Senapan Chung.

Walaupun Letnan Doel Arief sudah membawa Sersan Sulaiman malam sebelumnya dimana lokasi rumah ini, namun menyasar 2 kali kealamat yang salah di Jalan Besuki. Regu kecil ditempatkan dikiri dan kanan rumah, sementara regu utama memasuki halaman rumah. Kemudian pecah menjadi 3 kelompok, yang pertama dan kedua menjaga pintu masuk utama, dan garasi. Lalu yang ketiga memasuki rumah dipimpin oleh Sulaiman.
Malam itu Jenderal Soeprapto tidak dapat tidur, dan diganggu oleh suara anjingnya, lalu Soeprapto berjalan keluar dengan T-Shirt, sarung, dan sandal jepit. Korporal Dua Suparman menjawab sapaan Jenderal Soeprapto, dengan memberikan salut dan katakan Presiden ingin temui dirinya. Tanpa memberi kesempatan untuk berpakaian, menutup pintu secepatnya Suparman menyeret Jenderal Soeprapto ke Toyota Truk. Istri dari Jenderal Soeprapto yang menyaksikan kejadian itu melalui jendela sangat kaget dan kecewa, dan percaya bahwa suaminya ditahan. Kemudian mencoba menghampiri suaminya namun dihalangi oleh pasukan pimpinan Sersan Dua Sulaiman, yang membawa Soeprapto ke Lubang Buaya.

Penculikan terhadap Jenderal Parman: Pagi itu kira-kira jam 4:00 pagi, ketika satu group dengan jumlah 20 tentara muncul diluar rumah Parman dijalan Serang. Mendengar suara diluar, Jenderal Parman dan istri yang sedang bergadang keluar kehalaman kebun mereka, mengira ada maling dirumah tetangga. Kemudian melihat group dari Tjakrabirawa didalam halamannya, lalu bertanya; ada apa?

Mereka katakan diperintahkan untuk menjemput untuk menemui Presiden. Tanpa curiga dan tanpa berikan tanda kecurigaan, Parman masuk kedalam rumah diikuti oleh sebagian Tjakrabirawa dan berhasil ganti pakaian dinas Walaupun sebagai istri sangat tersinggung dan merasa mereka sangat kurang sopan, namum Parman diberikan kesempatan untuk ganti pakaian dinas, sebelum jalan membisikan istrinya untuk hubungi Jenderal Yani secepatnya. Jenderal Parman berpikir dirinya ditahan atas perintah Presiden Soekarno. Tapi begitu mereka akan pergi salah satu anggota Tjakrabirawa mencabut dan membawa telephone rumahnya.

Walaupun Jenderal Parman sadar apa yang terjadi namum tidak melakukan perlawanan dalam perjalanan ke Lubang Buaya. Lima belas menit kemudian Ibu Harjono datang menangis mengatakan suaminya telah ditembak mati, menyadarkan apa yang telah terjadi. Namum, istri dari Jenderal Parman terganggu oleh anggota Tjakrabirawa yang sering kali menjemput suaminya pada waktu diluar jam kerja, yang menjabat sebagai Kepala Angkatan Darat Intelijen atas perintah Presiden tidak sadar apa yang terjadi saat itu.

Penculikan terhadap Jenderal Sutoyo Siswomiharjo: Pasukan penyerang dipimpin oleh Sersan Mayor Surono yang menerima perintah langsung dari Doel Arief secara pribadi. Kelompok ini memulai dengan menutup jalan Sumenep dimana korban tinggal. Ketika itu kebenaran ada Hansip yang sedang patrol, senjata mereka dilucuti satu persatu. Kemudian seperti halnya dengan modus operandi terhadap penculikan Jenderal lainnya, group ini dibagi tiga squads, yang pertama menempatkan diri didepan, yang kedua dibelakang rumah dan yang ketiga melakukan penculikan. Dengan membujuk Jenderal Sutoyo membuka pintu kamarnya dengan alas an akan memberikan surat dari Presiden. Kemudian mengikat tangannya dibelakang kepala dan menutup kedua matanya lalu mendorong kedalam truk yang sedang menunggu, kemudian mereka mencapai Lubang Buaya secepatnya.

Penculikan terhadap Jenderal Pandjaitan: Tidak seperti para Jenderal lainnya, Pandjaitan tinggal di Kebayoran Baru, didaerah Blok M, dijalan Hasanudin. Rumahnya seperti typical model Kebayoran, mempunyai 2 lantai, tidak seperti rumah yang model klasik di Menteng. Kamar keluarga Pandjaitan semuanya berada dilantai 2. Disebelah rumah tapi dalam satu komplek, terdapat ruangan kecil dimana ada 3 saudara laki-laki yang tinggal. Dua truk penuh dengan tentara muncul dijalan Hasanuddin, dan yang satu memarkir didepan dan yang kedua dibelakang.

Setelah melewati pagar besi disekitar rumah, pasukan penculik memasuki ruangan dibawah tangga, membanguni pembantu rumah tangga yang sudah tua. Sangat ketakutan mengatakan majikan tidur diatas. Keributan didalam rumah telah membuat seluruh keluarga bangun, mengira rumahnya sedang dikunjungi oleh pencuri lalu merampas pistol dari para penculik. Mereka segera ditembak oleh pasukan penculik. Salah satunya Albert Silalahi, kemudian tewas di rumah sakit dari luka tembakan. Sementara itu dilantai dua istri Jenderal Pandjaitan dalam kepanikannya bertanya apakah hal ini semacam latihan? Tapi mengatakan hal ini bukan latihan sama sekali.

Melihat seragam Tjakarabirawa dilantai satu, dirinya mengira pasti ada pesan dari Istana, tetapi ancaman yang berlangsung meyakinkan bahwa telah terjadi suatu hal yang sangat janggal. Prajurid dibawah sangat nervous untuk tidak naik kelantai dua, lalu berteriak dan memerintahkan Jenderal Pandjaitan untuk turun kebawah, tapi ditolaknya. Pertama Jenderal Pandjaitan mencoba menghubungi Polisi, tetangga, kemudian Kolonel Samosir, tapi gagal. Karena telephone line sudah dipotong. Lalu mencoba menggunakan Stengun untuk menghalau penyerang, tapi senjatanya macet.
Kemudian dirinya dipaksa turun karena adanya ancaman terhadap keluarganya. Ketika dirinya berada dihalaman dia mencoba untuk lari dan pertahankan dirinya, namun penculik menembaknya. Walaupun istrinya memohon paling tidak untuk memakamkan jenazahnya, namun mayatnya dilemparkan kedalam truk dan dibawa ke Lubang Buaya. Yang sangat menarik pada saat itu polisi bersepeda bernama Sukitman setelah mendengar tembakan menuju lokasi, menempatkan dirinya pada posisi diantara sejumlah pasukan penculik. Senjatanya dilucuti dan dipatahkan oleh pasukan Tjakrabirawa, Sukiman diangkut bersama mayat Jenderal Panjaitan ke Lubang Buaya, didalam truk tentara.
Setelah itu dirinya menjadi saksi mata terhadap kejadian penculikan dan pembunuhan.

Penculikan terhadap Jenderal Haryono: Serangan terhadap rumah Jenderal Harjono di Jalan Prambanan 8, mengikuti taktik sama seperti yang disebutkan semua diatas. Sejumlah 18 anggota pasukan TNI-AD dibawah Sersan Kepala Bungkus mengelilingi rumah. Bertindak atas Doel Arief instruksi, kelompok ini memecahkan diri menjadi 3 group. Group pertama masuk kedalam rumah mencoba melihat apakah dapat menjumpai korban dengan taktik sama bahwa korban dipanggil oleh Presiden.

Harjono sadar apa yang akan terjadi, dia perintahkan istri dan anaknya sembunyi dikamar belakang dan matikan semua lampu, lalu Harjono menunggu pasukan penculik, ketika mereka masuk kedalam kamar, dirinya mencoba merampas salah satu senjatanya, namun tidak mampu melawan semua dan Jenderal Harjono langsung ditembak mati ditempat. Tubuhnya dilemparkan kedalam truk dan dibawa ke Lubang Buaya. Selama ini pasukan penculik melakukan dengan sangat brutal dan sukses. Tiga dari enam telah dibunuh, tiga ditawan tanpa kesulitan. Tapi percobaan terhadap Jenderal ke 7, Menteri Pertahanan,Jenderal Abdul Haris Nasution, terbukti yang paling gagal.

Penculikan terhadap Jenderal Nasution: Penyerangan kerumah Jenderal Nasution dilakukan dengan cara sama, tapi dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan dengan penyerangan terhadap para Jenderal lainnya. Seluruhnya sekitar 100 anggota pasukan terlibat, diangkut dengan 4 truk, satu power wagon dan satu kendaraan jenis Gaz(semacam power wagon). Seperti dalam penyerangan terhadap Jenderal Soetojo, group penyerang menutup jalan Teuku Umar dimana Jenderal Nasution tinggal, melucuti pasukan bersenjata diseluruh jalan itu, Kebenaran saat itu rumah Dr Johannes Leimena(nomor 36) mempunyai tiga penjaga bersenjata, sebagai kehormatan menjadi Perdana Menteri ke 2.

Pasukan keamanan ini dengan mudah dilucutkan, namun salah satunya dari Brimob ditembak mati dalam perkelahian. Sama sekali tidak ada maksud untuk memasuki rumahnya Dr Leimena. Karena goal utama adalah agar penjaga dari Dr Leimena tidak akan datang mencampuri kerumah Jenderal Nasution yang beda dua rumah yaitu nomor 40, saat itu seluruh nya berhasil diamankan. Turun dari truk banyak sekali pasukan-pasukan dari Tjakrabirawa, Kompi dari 454, dan kemungkinan Pemuda Rakyat dalam seragam TNI.

Keempat penjaga keamanan dipusat rumah jaga dihampiri oleh 4 anggota Tjakrabirawa, yang memulai pembicaraan, kemudian 30 anggota pasukan lainnya melucuti para penjaga satu persatu. Senjata penjaga kelima pun dikuasai dengan mudah oleh sekitar 30 anggota pasukan penyerang. Satu squad sekitar 30 orang memasuki rumah dari belakang dari situ mengelilingi menuju garasi. Squad yang lain sebanyak 15 orang memasuki pintu depan, yang lain mengawasi dari rumah penjaga, dimana sekitar 30 anggota lainnya mengawasi jalanan. Didalam rumah Jenderal Nasution telah bangun. Mendengar pintu dibuka istri Jenderal Nasution ingin tahu siapa yang masuk. Dari pintu kamar tidurnya dia dapat melihat seorang Tjakrabirawa berdiri menhadapi dengan senapan, diseberang ruangan. Karena takut dan kagetnya dia menutup pintu sekerasnya, dan menyadari bahwa ada percobaan untuk menculik suaminya. Jenderal Nasution kurang yakin maka dia membuka pintu, pada saat yang sama dirinya harus menghindari semburan peluru.

Istri Nasution mencoba menyelamatkan diri dari serangan 3 anggota Tjakrabirawa yang dipimpin oleh Korporal Hargyono. Sementar itu Ibu dari Jenderal Nasution masuk kedalam kamar yang berhubungan, mengira anaknya Jenderal Nasution luka parah kena tembak. Istri Nasution ingatkan jangan beritahu bahwa Nasution ada dalam kamar. Kemudian Mardiah, adik dari Jenderal Nasution dimana ruangan tidurnya berada disisi dimana Tjakrabirawa melepaskan tembakan, ingin lari menyeberangi ruangan menuju kamar tidur Jenderal Nasution, dengan membawa anak terkecil yaitu Ade Irma, dalam gendongannya. Begitu Mardiah lari menyeberangi ruangan Corporal Hargyono mulai melepaskan tembakan lagi yang mencederai Ade Irma. Mardiahpun tertembak dua peluru dilengannya.

Ketika anggota Tjakrabirawa masih berusaha membuka pintu, istri Nasution menunjukkan jalan keluar menuju rumah kediaman Iraq Ambassador (no 38). Ketika mulai naik melalui tembok pemisah dirinya ditembak oleh salah satu pasukan penyerang dari pos pengawas keamanan. Namun dirinya berhasil melompat kerumah sebelah dengan patah tumit kaki. Ternyata penembak tidak tau siapa yang dia tembak kecuali hanya menembak setiap adanya bayangan. Mencoba menutupi dan menekan sumber pendarahan Ade Irma dipangkuannya, Ibu Nasution secepatnya menelphone seorang doktor, tapi beberapa anggota TNI-AD merusak dan mencoba memasuki pintu belakang dengan melepaskan beberapa tembakan sebelum memasuki rumah. Mereka menuntut jawaban dimana Jenderal Nasution saat itu.

Dijawab bahwa beliau sedang berada diluar kota, mereka tidak percaya dan memeriksa setiap ruangan dan kamar dirumah itu. Suitan-suitan terdengar dari luar yang meminta mereka semua kumpul diluar rumah, Ibu Nasution pun tidak dilarang pergi bersama pembantu rumah tangga, membawa Ade Irma kerumah sakit Angkatan Darat, yang kemudian dinyatakan meninggal dunia sekitar jam 6:00 pagi.

Sementara itu didalam 2 pavilion dibelakang rumah terjadi kepanikan. Penjaga keamanan yang telah dilucuti lari kebelakang dan memberi tahu sopir apa yang telah terjadi. Janti anak tertua Jenderal Nasution mendengar tembakan melarikan diri keruangan Letnan Pierre Tendean, Adjudant Jenderal Nasution yang berada di ruangan depan. Pierre minta Janti sembunyi dibawah ranjang, dan dia keluar menghadapi pasukan penculik, namun sekejap saja sudah dilucuti.

Tampaknya Pierre Tendean dalam kegelapan figurenya mempunyai kesamaan. Walaupun beberapa anggota TNI-AD meragukan namum karena waktu yang minimal, akhirnya mereka membawa ke Lubang Buaya, saat itu jam 4:08. Namun pada jam 4:09 salah satu anggota keluarga yang tinggal dirumah, Hamdan menghubungi Jakarta Teritorial Komandan Jenderal Umar Wirahadikusumah, melalui alat komunikasi khusus, dan menceritakan apa yang telah terjadi. Sekitar 4:30 Umar tiba dirumah Nasution, lalu diikuti oleh 5 tank, 2 digunakan menjaga rumah dan 3 dikerahkan memburu mereka yang terlihat menggunakan jalan menuju Bogor atau Bekasi. Sesaat kemudian Pasukan Marinir tiba memperkuat penjagaan dirumah Nasution.

Tapi hanya pada jam 6:30 Jenderal Nasution merasa aman untuk menampakan dirinya dari persembunyiannya bahkan kepada Jenderal Umar Wirahadikusumah. Dengan sekejap Nasution dibawa ketempat persembunyian, untuk mencegah percobaan kedua terhadap keselamatan dirinya. Lalu malam harinya Nasution sekitar 19:00 dirinya baru merasa aman untuk kembali kedalam pasukan TNI yang terbukti mendukung dirinya. Ketiga Tank tidak berhasil membuntuti kecepatan Truk yang sudah menghilang menuju Lubang Buaya, seluruh pasukan penculik berhasil sampai ditempat tujuan pada 5:15 pagi, mereka melihat seluruh pasukan bergabung kembali dan melaporkan bahwa operasi militer yang bernama G30S telah berhasil dilaksanakan.

Kejadian di Lubang Buaya: Para Gerwani dan Pemuda Rakyat dibangunkan pagi-pagi oleh para pelatihnya, mereka diperintahkan untuk bersiap siaga untuk menerima perintah darurat. Ketika seluruh truk tiba membawa 6 Jenderal dan Letnan Tendean, pembuangan mayat-mayat dan pembunuhan terhadap mereka dimulai. Mayat para Jenderal: Yani, Pandjaitan, Harjono dilemparkan kedalam Lubang Buaya, yang mencapai kedalaman 10 meter. Sisanya ketiga Jenderal dikatakan diludahi, dan disiksa oleh Gerwani dan Pemuda Rakyat yang telah diindoktrinasikan bahwa mereka itu adalah musuh dari Presiden Sukarno. Jenderal Soeprapto ditembak dari belakang oleh Prajurid Kepala Nurchajan, ketika berdiri dipinggir sumur.

Kemudian tembakan berikutnya dilanjutkan ketika tubuh Soeprapto jatuh diatas mayat didalam sumur. Tembakan ini dilakukan berulang kali, diberikan contoh oleh Kopral Djauri, yang kemudian diikuti oleh voluntir lainnya. Jenderal Parman ditembak dari belakang oleh Prajurid Kepala Athanasius Buang, atas perintah Sersan Dua Sulaiman, yang memimpin penyerbuan kerumah Jenderal Soeprapto. Kemudian dilanjutkan dengan tiga tembakan berikutnya, tubuhnya dibuang kedalam Lubang Buaya. Jenderal Soetojo pun ditembak dalam cara yang sama. Cerita detail terhadap kematian Letnan Tendean tidak begitu jelas, tapi dikatakan disiksa sampai tewas.

Keterlibatan Pemuda Rakyat dan Gerwani: Para Gerwani diberikan pisau silet, dan pisau, mereka diharuskan berbaris dan dipaksa untuk mengiris tubuh mereka, dan tidak diberi kesempatan bertanya, siapakah diri mereka. Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh para ahli dokter forensik, tidak ada bukti bahwa mata, dan kelamin para Jenderal dimutilasi seperti yang Suharto ucapkan, namun seluruh surat kabar ditutup hanya yang mempropagandakan fabrikasi kebohongan diijinkan untuk disebarkan keseluruh rakyat Indonesia, sebagai pretext pembantaian masal terhadap PKI.

Dari pengakuan seorang Gerwani yang sedang hamil 3 bulan, berumur 15 tahun, mulutnya ditampar oleh seorang Sersan TNI-AU ketika bertanya siapa mereka. Setelah seluruh korban dibunuh dan dibuang kedalam Lubang Buaya, kemudian ditutup oleh daun-daun, sampah, kemudian seluruh Gerwani dan Pemuda Rakyat diperintahkan untuk kembali ketenda mereka masing-masing menunggu perintah berikutnya.

Terbukti bahwa pemuda-pemudi ini sengaja diterlibatkan dan diperintahkan untuk menjadi dari aksi bagian dari skenario yang sudah direncanakan sejak awal tanpa adanya tahu menahu apa yang sedang terjadi. Begitupun kemungkinan dengan sengaja melibatkan beberapa Pemuda Rakyat kedalam kelompok penculikan dengan memerintahkan mereka memakai seragam TNI-AD, dengan begitu posisi PKI secara langsung sengaja dilibatkan kedalam kegiatan G30S. Bahkan ketua PKI meminta para Pemuda Rakyat dan Gerwani mematuhi perintah para pelatih dari TNI-AU, namun keberadaan mereka dijadikan kedalam permainan politik dalam Kudeta G30S.

Kata akhir: Kudeta G-30-S telah berlalu sekian lamanya, komunisme dan sosialisme telah dihancurkan atau hancur sendiri, tembok Berlin telah diruntuhkan pada 1989, Soviet Union terpecah belah, Presiden Suharto pun akhirnya telah disingkirkan dan telah berpulang.  Apakah kita sebagai bangsa masih tetap ingin “diadu domba”? Bagaimanapun kita masih tetap bersaudara, apakah rekonsiliasi total bisa terlaksana?

Sumber dan Intisari dari:
1. Chomsky, Noam and Herman Ed: The Washington Connection and Third World Facism. Boston:  Southend Press, 1979
2. Southwood, Julie and Flanagan, Patrick:  IndonesiaL  Law, Propaganda, and Terror. London:  Zed Press, 1984
3. Weinstein, Francklin.  Indonesia Foreign Policy and Dilemma of Dependency. London:  Cornell University Press, 1976
4. Benedict R. Anderson and Ruth T. Mc Vey: A Preliminary Analysis of October 1, 1965 Coup in Indonesia.
5. Bunge, Fregrica M.  Indonesia:  A Country Study, Washington:  Department of the Army, 1983.
6. Herman Ed.  An Overview:  US Sponsorship of State Terrorism”  Covert Action Information Bulletin
7. McGehee, Ralph.  Deadly Deceits:  My 25 years in the CIA, New York:  Sheriden Square Publications Inc, 1983
8. Tornquist, Olle.  Dilemmas of Third World Communism:  The Destruction of the PKI in Indonesia
9. CIA 1998 declassified documents
10. CIA: Indonesia-1965; The Coup That Backfired
11. Weinstein, Franklin B. Indonesian Foreign Policy and the Dilemma of Dependence:  From Sukarno to Soeharto. London:  Cornell University Press 1976
12. The United States Army and Human Rights in Indonesia:  A Joint Statement by the South East Asian Resource Center and the Pacific Service Center 25 February 1978

27 June 2009 at 10:39 - Comments
Suparman Amir at 19:25 on 30 September 2010
Memang bagaimanapun ketatnya menjaga kebohongan, akhirnya akan terbuka juga. Demikian halnya dengan kebohongan Suharto dengan rezimnya, sedikit demi sedikit ahlinya ...
Barisan Merahputih at 10:10 on 1 October 2010
Tulisan Pak Arnold Lukito yang systematis, dengan mempergunakan Data-Data kejadian konkrit memberikan analisa dari Tragedi Nasional September1965 yang medekati kebenaran. ...

ACI Fair San Francisco

acione

http://www.indonesiamedia.com/2009/6/MID/local/ACI.html

Aku Cinta Indonesia (ACI Fair II) berkerja sama dengan KJRI-SF, dan Permias-SF berlangsung dengan sukses. Diselenggarakan pada Memorial Day May 25, 2009 di San Francisco County Fair Building. Dimana sebagian warga Amerika berkesempatan mengunjungi taman makam pahlawan bangsa yang telah memberikan kehidupanya, agar kita semua dapat menikmati kemerdekaan dan kehidupan dialam Demokrasi. Sehingga kitapun dapat menikmati hari libur dengan mengunjungi acara komunitas bersama keluarga, dan teman-teman.

Walaupun Amerika sedang dilanda krisis ekonomi berat, namun pengunjung tetap memadati ruangan yang diadakan dengan tujuan utama untuk menghilangkan kerinduan terhadap makanan tanah air.
Beraneka ragam makanan Indonesia disajikan oleh Aroma Catering, Ibu Yetty Firdaus, Bakmi Ayam Boediman, Golden Mar, Vony Martabak, dll.

acithreeacitwo

Awalnya acara seperti ini dimulai sejak tahun 80′an dan dipelopori oleh NESO yang selalu diadakan di daerah Santa Clara dan Milpitas, lalu menyusul IndoDay dipelopori oleh Tony Lolong pada awal 90′an didukung oleh KJRI-SF, dilain kota di Duarte; Pondok Kaki Lima diadakan setiap hari Sabtu sejak awal 2000 di Duarte Inn, kemudian ditahun akhir 2003 Pasar Senggol dimulai di San Francisco, dilanjutkan oleh Indonesian Food Fair dimulai pada akhir 2004, dan yang terakhir ACI Bazar sejak 2007, acara seperti ini sangat populer diantara komunitas Indonesia di San Francisco Bay Areas.

acifiveacifour

Pada umumnya sangat sulit untuk mengundang majoritas warga Indonesia yang sangat kurang tertarik dengan acara kebudayaan, agama, kegiatan sosial lainnya, terutama politik, namun mereka umumnya akan datang untuk memenuhi kebutuhan “primitive basic instincts” yaitu makanan dan tidak segan-segan pengunjung berdatangan dari Oregon, Fresno, Sacramento, Fresno, Reno, Stockton hanya untuk menghadiri acara food fair di San Francisco Bay Areas.

Suka duka sebagai komunitas organizer: Karena keuntungan umumnya akan selalu berada dipihak Vendors, sedangkan sebagai voluntir kepuasan tercapai bila acaranya berjalan lancar, dan melakukan kerja bakti “giving back to your community”. Walaupun umumnya organizer dan para voluntir merencanakan selama 6 bulan dengan tenaga, waktu, dan biaya dari kantong masing-masing, akan tetapi akan sangat sulit sekali untuk melampaui break-even.
Bila kita melihat kembali sejak adanya Pasar Senggol di San Francisco sejak 2004, yang dimulai hanya dengan $40/meja, diikuti oleh 58 vendors. Total revenue hanya untuk menutupi biaya untuk menyelenggarakan. Dimana para penjual makanan pada awalnya dapat menikmati keuntungan karena kerja bakti para organizer, sebagai timbal balik berusaha mempromosikan usahanya dan para voluntir yang ingin melakukan dengan suka-rela, demi terjadinya acara untuk komunitas Indonesia. Karena tidak pernah dilakukan di San Francisco sebelumnya.
Namun dalam waktu 6 tahun tentu tidak mungkin organizer dan voluntir berkerja bakti selamanya, kemudian ACI Fair mempelopori penyesuaikan harga sewa dari $375 - $550, diikuti oleh sekitar 10 vendors yang tetap dapat menikmati keuntungan dari hasil penjualannya. Kali ini semua pihak dari organizer, voluntir dan para penjual makanan dapat menikmati keuntungan bersama.

acisix

yetty

Sejak 2004 berbagai komentar oleh para pengunjung food fair; Ada yang menyarankan untuk menyelenggarakan food fair sebulan sekali, namun tentu tidak semua pihak ingin berkerja sebagai voluntir, bahkan majoritas berkata agar adanya pembatasan harga agar jauh lebih memadai dan lebih rendah dari makan direstaurant, ada juga yang mengusulkan agar harga makanan disama ratakan diantara semua vendors. Juga ada yang mengusulkan bagaimana lain kali untuk melakukan dengan tema $6 Food Fair untuk menarik para pengunjung.

ACI Fair II diselenggarakan oleh Henry Kusuma, Robby Surya, Elvira Heath, Iwa Tio, dan Yans Ang.

10 June 2009 at 17:51 - Comments

Pogrom May’98 dan Pemilu 2009

1may98-riots

Definisi Pogrom:  Adalah penggunaan sistematik kerusuhan masal yang mentargetkan terhadap group tertentu, dan dikarakterikasikan dengan tindakan kekerasan yang sangat ekstrim seperti pembunuhan masal, penghancuran rumah-rumah, perusakan toko-toko, dan tempat-tempat pusat ibadah minoritas seperti wihara, gereja, juga umumnya akan diikuti dengan perkosaan masal.

Pogrom seringkali terjadi terhadap kaum Yahudi di Russia pada akhir abad 19 sampai awal abad 20, digunakan secara ekstensive dengan sistematik kekerasan — apakah secara spontan dan tiba-tiba atau dengan direncanakan terlebih dahulu. Dimana para korban umumnya adalah kaum minoritas dari suatu negara, dan dimana para aparat keamanan polisi dan tentara hanya melihat tanpa berbuat apa-apa.

Sejarahnya setelah terjadinya pembunuhan terhadap Tsar Alexander II (1881), rumor palsu mengasosiasikan kaum Yahudi terlibat dengan kematiannya.  Kemudian membangkitkan kemarahan seluruh warga Russia, akibatnya terjadi dilebih dari 200 kota-kota kaum Yahudi diserang, diikuti dengan pembunuhan dan perkosaan masal, pembakaran rumah-rumah mereka, toko-toko dan tanah miliknya.  Hal yang sama juga terjadi di Polandia dan di Jerman selama kekuasaan Adolf Hitler, dan di Indonesia pada May’98 dalam masa kekuasaan Suharto.

Singkatnya di Indonesia, Pogrom May’98 adalah salah satu kerusuhan masal yang direncanakan dengan sangat terperinci hampir terhadap 40 kota diseluruh Indonesia pada hari, dan jam yang bersamaan.  Dalam waktu kejadian itu bahkan hampir semua radio frequency dari aparat-aparat keamanan umumnya disadap agar tidak berkerja oleh para otak pelaku riots.
Otak perencana dan provokator May’98 menurut TGPF menggunakan taktik modus operasi yang sama, bahkan menurut saksi-saksi mata pada umumnya pemberian amplop telah dilakukan berkali-kali sebelumnya, sebagai uji test dan untuk menggalang masa, kemudian dilanjutkan beberapa hari sebelumnya diulang dengan tetap melakukan pemberian amplop berisi uang sebanyak RP5000, dengan undangan membawa teman-teman lain dan berkumpul pada lokasi tertentu.
Rumorpun beredar kesuluruh dunia bahkan sampai ke gedung putih dan seluruh American Congressman bahwa adanya keterlibatan TNI-AD Pasukan Khusus (Kopassus) yang merencanakan May’98, dan memprovokasikan kejadian memainkan peranan bersama Badan Intelijen Indonesia didalam melakukan insurgency/counter insurgency untuk menghasut kemarahan masa. Setelah itu kemudian muncul tim penghasut yang seringkali disebut berambut pendek, tegap dan selalu memberikan perintah didalam foto-foto kejadian, penampilan mereka umumnya memakai baju kotak-kotak coklat yang sama dan selalu membawa Bullhorn, kaleng-kaleng bensin, kaleng-kaleng cat merah, biru, hitam dll dan memerintahkan aba-aba, setelah masa menjadi marah dan terhasut mereka menghilang.  Bahkan ada saksi mata memberikan kesaksian bahwa adanya aparat-aparat negara berpakaian sipil memperkosa kaum wanita-wanita,  dan kemudian membunuh mereka.

Hal ini diikuti dengan pembakaran, perusakan dan pembunuhan-pembunuhan masal di Jakarta.  Bagi para korban yang masih hidup mereka dibungkamkan oleh para pelaku-pelaku, dan dari KTP masing-masing dikirimi foto-foto ketika sedang diperkosa secara masal, dengan pesan bila memberikan kesaksian, maka akan dibunuh dan akan disebarkan kepublik.

Kalau kita semua melihat kembali sebelas tahun yang lalu, dunia menangis ketika Menteri Peranan  Wanita Indonesia:  Tutty Alawiyah telah menjual harga diri dan identitas kewanitaanya untuk kedudukan politik, dan juga beberapa koran-koran lokal melakukan propaganda nasionalisme buta yang intinya mengecam setiap solidaritas protest damai di diseluruh dunia terhadap kasus May’98 yang mentargetkan suku dan golongan minoritas Tionghoa Indonesia.  Disamping itu golongan dan kelompok yang sama seolah-olah menghalalkan semua kekerasan berdasarkan diskriminasi, prejudiced, juga kebencian dan rasism yang sangat mendalam.

Bahkan warga dunia melihat Tutty Alawiyah yang seharusnya mendukung moralitas semua wanita Indonesia namun waktu itu tindakannya sama sekali tidak memperlihatkan keperdulian terhadap sesamanya sama sekali, bahkan seolah-olah dirinya percaya kaum wanita minoritas Tionghoa, berhak dijadikan korban, dan kemudian mereka diharuskan bungkam.

Dengan kedudukannya sebagai menteri Tutty Alawiyah selalu mengingatkan kepada publik, bahwa setiap tindakan protes terhadap pelanggaran HAM May’98 di seluruh dunia akan selalu mengakibatkan politikal backlash terhadap suku minoritas di Indonesia?
Hal itu menunjukkan betapa kuatnya kebencian, rasism, diskriminasi, prejudiced dan juga dukungan terhadap etnis persekusi yang seolah-olah telah dihalalkan oleh para wakil-wakil rakyat baik hal itu dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Walaupun nampaknya kebijaksanaan pemerintah Indonesia terhadap peristiwa May’98 tidak akan pernah menemui jalur keadilan dan hukum dibumi Indonesia, bahkan bila kasusnya selalu disimpan didalam laut yang paling dalam, maupun diatas gunung yang paling tinggi, atau bila ada usaha untuk selalu menutupi dan melupakannya, namun kebusukan akan selalu dikuti oleh bukti-bukti dan fakta kebenaran, tentunya dunia tidak akan pernah melupakan Tragedy May’98.

Hipokrasi dan tanggung jawab moral pemimpin agama Kristen Indonesia terhadap lingkungan sosial.
Sejarah akan mencatat hanya beberapa pemimpin agama dapat membuktikan apa yang mereka khotbahkan ditransformasi dalam aksi nyata terutama dalam kasus May’98, baik di Indonesia dan juga diluar Indonesia.
Walaupun belasan tahun telah berlalu yang harus kita pertanyakan dimanakah peranan pemimpin-pemimpin agama lainnya dalam masalah May’98?

Bila dalan Bible Jesus sangat menunjukkan prikemanusiaan dan solidaritas terhadap sesamanya terutama terhadap wanita yang akan menjalankan “death by stoning”.
Namun dalam realitas para pemimpin agama umumnya bungkam, sembunyi dan mereka mempertunjukkan rasa takut untuk memberikan suara kebenaran vs kekerasan, seperti apa yang Jesus lakukan dalam kasus diatas, terhadap kekerasan, persekusi dan tentunya bila terjadi perkosaan masal terhadap para sesamanya. Maka apakah boleh ditarik kesimpulan dan dikatakan majoritas para pemimpin agama dan Pendeta-pendeta Kristen Indonesia umumnya secara tidak langsung mendukung kekerasan dan pemerkosaan masal yang terjadi terhadap para umatnya.

Bahkan setelah berlangsung selama 12 tahun, sampai detik ini, apakah para Pendeta Kristen Indonesia baik yang di Indonesia dan juga di Amerika umumnya secara tidak langsung mendukung semua kekerasan dan pemerkosaan masal seperti apa yang Pope lakukan ketika mendukung pembantaian masal terhadap korban Hollocaust dalam zaman Nazi Hitler.

Yang lebih menyedihkan Pendeta Kristen Indonesia umumnya menolak mendengarkan kesaksian para korban May’98 didalam gereja-gereja mereka. Analoginya sampai saat ini majoritas gereja Kristen Indonesia menolak mendengarkan kesaksian terhadap wanita yang diselamatkan oleh Jesus dalam “death by stoning”, yaitu para korban May’98.

Apakah “Faith without work is Dead”? : Seringkali kepercayaan, keperdulian terhadap sesama, prikemanusiaan dan cintailah sesamamu hanyalah sebuah tulisan klise didalam kitab suci yang umumnya hanya dipantek diatas tembok seperti salib Jesus, selalu dijustifikasikan dan dipertaruhkan diantara apa yang sering diucapkan dan dikhotbahkan tanpa arti nyata terhadap kehidupan sosial dan tanpa adanya tanggung jawab moralitas vs ajaran agama yang secara munafik selalu didengungkan setiap minggu dirumah ibadah oleh para pemimpin agama yang mencari nafkah kehidupan dari ajaran Jesus? dan umumnya hanya pandai berbicara tapi seringkali tidak pernah kerjakan apa yang mereka khotbahkan?.

Konklusi: Prabowo dan Wiranto sebagai saksi, penanggung jawab keamanan, dan pihak tertuduh dalam Tragedy May’98.  Kedua nama ini selalu diasosiasikan dengan penembakan mahasiswa Trisakti dan Tragedy May’98.
SBY pernah berjanji akan menuntaskan kasus ini, ketika memberikan kampanye sebagai Capres.  Namun sampai saat kini UU’45, Panca Sila, DPR, Kejaksaan Agung, dan Presiden SBY terlihat telah gagal menuntaskan kasus Tragedy May’98.

Akibatnya Wiranto dan Prabowo akan tetap menjadi sebagai pihak tertuduh juga sebagai dalang kerusuhan dan pemerkosaan masal, yang telah dihalalkan oleh negara Indonesia untuk mengikuti pemilihan Calon Presiden Indonesia.

Selamat memilih dalam Pemilu 2009
Arnold Lukito

25 May 2009 at 20:05 - Comments

Soetrisno Basyir: Profile Calon Presiden

http://www.indonesiamedia.com/2008/12/early/local/Soetrisno.htm

Arnold Lukito/Indonesia Media

Percakapan bersama Ketua Partai Amanat Nasional

Pada awal pertemuan Soetrisno Basyir memberikan komentar tentang masa reformasi setelah Suharto di Indonesia dan mengatakan: “Pemimpin bangsa yang berhasil akan menghasilkan calon pemimpin generasi selanjutnya, sedangkan seorang pemimpin yang gagal hanya akan menciptakan pengikut”

Soetrisno Basyir yang senang disapa dengan nama SB, sedang mengunjungi San Francisco Bay Areas . Sebagai Wakil President Ika Muda Group, President Direktur Sabira Group. Pendiri Grup Sabira ini terpilih menggantikan Amien Rais menjadi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2005-2010. Dalam organisasi aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Menjadi anggota Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah dan tokoh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Kepopuleran PAN seringkali diartikan menjadi Partai Artis Nasional, karena banyaknya angota-angota dari kaum artis Indonesia. Meningkatnya nama SB yang pernah digosipkan berhubungan selingkuh dengan seorang artis Indonesia, yang pada malam itu bercerita disamping instrinya Anita, sambil diiringi tertawa bersama mengatakan hal itu adalah rumor palsu.

Selama beberapa minggu tinggal di San Francisco, SB katakan berat badannya berkurang karena belum terbiasa dengan makanan lokal, dan pada malam itu baru dapat menikmati makanan selera khas Indonesia dikediaman Rizal H. Kartadinata perwakilan dari ICMI daerah California Utara.

Youtube video: http://www.youtube.com/watch?v=VMktoAyLqRM

SB sempat berbicara mengenai sulitnya mengirim buku bekas pelajaran gratis dari US menuju Indonesia, walaupun sudah mendapatkan dana akan tetapi selalu mendapatkan kesulitan bea cukai untuk diterima kepada siswa-siswa di Indonesia yang memerlukannya. Bagi kami yang diluar negeri terlihat para wakil rakyat di DPR dan MPR lebih prioritaskan masalah lain seperti UU Anti Pornografi daripada reformasi bangsanya dan juga edukasi bagi rakyatnya.

Dalam hal Pemilu di Indonesia SB mengatakan selama ini sangat prihatin sekali karena belum adanya calon pemimpin bangsa Indonesia yang menonjol. Dan bila tidak ada calon wakil rakyat lain yang qualify maka sangat dipastikan bahwa SBY/JK akan memenangkan Pemilu 2009 lagi.

Pak Soetrisno Bachir malam ini mengatakan belum dapat memutuskan apakah akan mencalonkan dirinya untuk menjadi Capres. Namun Ibu Anita berkata bila suatu saat SB akan mencalonkan menjadi Capres, maka sebagai istri akan mendukung karir suami sepenuhnya.

Investasi dan Tourism; SB malam itu katakan penegakan hukum, keamanan nasional, investasi penanaman modal asing dan tourism semuanya berhubungan satu dengan lainya sangat penting untuk kemajuan Indonesia. Dimana hasil tambang minyak dari perusahaan seperti Chevron, Texaco, Exxon, dll belum cukup menjadi penghasilan negara Indonesia. Namun berita-berita kegiatan anarkhis dari ormas-ormas seperti FPI di Indonesia sangat mempengaruhi citra Indonesia dalam usaha meningkatkan penanaman modal asing dan tourism ke Indonesia. Karena warga asing dan pengunjung tentunya akan bertanya apakah keamanan mereka akan terjamin selama berada di Indonesia?

Seminggu setelah kedatangan Soetrisno Bachir di San Francisco, Obama terpilih menjadi US Presiden, lalu UU Diskriminasi Indonesia yang tidak lengkap baru saja disahkan, dengan hanya memasukan 2 unsur utama yaitu suku dan ras, tanpa adanya unsur agama??? Padahal bila kita lihat diskriminasi di Indonesia telah berkembang jauh menjadi kejahatan persekusi agama seperti terhadap Achmadiyah, Kristen, dan agama lainnya, serta penutupan, perusakan dan pembakaran hampir 1000 gereja di Indonesia, ditambah adanya pelarangan belajar Bible Study dirumah-rumah yang sering kali digrebek oleh Polisi-polisi agama, tidak terhitung hilangnya nyawa tanpa proses kelanjutan yang diikuti sangat serious dan transparant oleh pemerintah Indonesia. Soetrisno Bachir pernah katakan sangat kritikal untuk Presiden Indonesia yang akan terpilih pada 2009 agar tegas menegakan hukum terutama dalam usaha menciptakan citra baik Indonesia.

Seperti kita tahu sekarang ini berita media lokal sangat mudah sekali tersebar keseluruh dunia, terutama mengenai penindasan terhadap “kebebasan beragama bagi non-muslim” di Indonesia. Harap hal itu akan dijadikan prioritas bagi wakil-wakil rakyat di Indonesia.

img_05042

img_05161

SB berkesempatan memberikan komentar mengenai ulah dan aksi ormas-ormas seperti FPI, dan katakan mereka itu adalah local thugs ekstrimis yang menyalah-gunakan agama Islam yang kerjanya selalu berbuat onar hanya untuk keuntungan materi golongan mereka sendiri.

Soetrisno Basyir memberikan komentar bahwa banyak persepsi diantara purnawirawan TNI yang menganggap karakter SBY sangat lemah sebagai seorang Presiden RI dan sebagai Jenderal Bintang Empat harus berani dan tidak TAKUT dalam menanggulangi masalah ekstimism di Indonesia.

Semoga Presiden RI 2009 selanjutnya akan dapat memperbaiki citra Indonesia ddidalam dan diluar negeri.

2 May 2009 at 20:33 - Comments

Sutiyoso: Profile Kontroversial

Sutiyoso: Calon Presiden 2009

http://www.indonesiamedia.com/2008/1/mid/local/Sutiyoso.htm


Bertempat di SF Wisma Indonesia pada Jan 4 2008, malam ini SF KJRI mengundang LetJen (purn) Sutiyoso untuk bertemu muka dengan masyarakat Indonesia di San Francisco dan juga disertai dengan jamuan makan malam, beliau adalah seorang mantan Gubernur DKI dari Oktober 1997 sampai 2007.
Kedatangan Pak Sutiyoso ke SF dijelaskan dalam acara tour bersama seluruh keluarganya. Sebagai tokoh yang sangat kontroversial didalam dan diluar negeri, sebutlah dari masalah East Timor, Balibo 5, peraturan larangan merokok, menciptakan Busway dan Waterway systems, pembersihan dan pemagaran Monas, masalah sampah dan polusi udara di Jakarta, bahkan puncak dari segalanya ketika diberikan subpoena pada May 2007, dalam acara undangan ke Australia sebagai tamu negara, dimana 2 Federal Agents memasuki kamar hotelnya dengan kunci master.

Ketika memberikan kata sambutan kepada masyarakat di SF Wisma Indonesia yang hadir pada malam itu, Pak Sutiyoso menyatakan akan mencalonkan dirinya untuk menjadi Presiden Indonesia ditahun 2009. Ditambah dalam percakapan setelah makan malam selesai, beliau juga berkata akan memulai kampanye di Indonesia, dan ketika menjawab pertanyaan apakah akan mencari dukungan negara asing dalam pencalonan dirinya sebagai Capres, beliau menyatakan memang sudah dihubungi oleh seorang wakil dari pemerintah Amerika Serikat.
Dalam kata sambutannya, Pak Sutiyoso mengatakan dahulu rakyat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sopan dan hormat, tetapi sekarang mereka berubah.

Kadang-kadang sambil berkelakar bercerita mengenai suka-dukanya sebagai mantan Gubernur DKI. Dimana selama 10 tahun dalam masa jabatannya telah terjadi 4900 demonstrasi, secara humor beliau mengatakan tubuhnya sering merasakan hangat terutama didalam dada, karena sering kali foto-foto dirinya dibakar oleh para protestor. Lalu menambahkan secara humor, bahwa beliau adalah satu-satunya Gubernur didunia yang memegang rekord pernah mengalami penggantian 5 Presiden. Lalu ruanganpun dipenuhi suara ledakan tertawa dari kalangan yang hadir.

Dilanjutkan terlihat dari sikap gaya Cowboynya a’la mantan US Presiden Ronald Reagan dan sikap out-spoken gaya Ali Sadikin.
Pada malam ini LetJen (Purn) Sutiyoso yang sangat open-minded membandingkan dengan rendah hati terhadap minimalnya kesempatan latihan bahkan untuk pasukan elite Indonesia, beliau mengulang kata pasukan elite beberapa kali, yang pernah menjabad sebagai Wakil Komandan Kopassus. Ketika ditanya Pak Sutiyoso menjelaskan karena military budget, mungkin hanya mendapatkan kesempatan satu kali dalam waktu setahun melakukan latihan terjun payung, dibandingkan dengan pasukan Airborne dari British dan Amerika (Pak Sutiyoso beberapa bulan di Fort Brag bersama 82nd Airborne Div pada tahun ‘91) yang mempunyai budget jauh lebih besar, fasilitas penuh, dan kesempatan sehingga dapat mencapai maksimal latihan yang lebih memadai dan dapat mencapai 4 kali latihan terjun payung dalam waktu sebulan. Sedangkan Kopassus hanya satu kali setahun.

Pak Sutiyoso pun bercerita tentang TNI, dan berusaha menjelaskan dengan mengambil contoh dari German Sheppard bagaimana dididik mematuhi perintah majikan, dan sangat prihatin mengenai keprofessionalism TNI dalam masalah “disiplin tinggi”, dalam arti agak sulitnya mematuhi perintah atasan. Seperti kapan untuk bertindak dan kapan untuk berhenti, terutama bila sesamanya terlibat dengan POLRI.

Dalam komentarnya beliau juga mengkritik terhadap prestasi POLRI yang harus diperbaiki, terutama dalam masalah melakukan PungLi terhadap pihak korban yang telah memberikan laporan tulis, dimana dijadikan korban kedua kalinya dengan dipungut biaya “ekstra” dari tingkat bawah sampai menuju keatas.

Pak Sutiyoso berjanji bila diangkat menjadi Presiden, maka pertama beliau akan membenahi masalah:

1. Reformasi Administrasi UU Autonomi terhadap daerah yang saling tindih.

2. Memberikan hak Autonomi kepada Gubernur yang selama ini Pusat terlalu sentralisasi, dalam wewenang dan budget.
Contohnya: Selama ini Gubernur Indonesia, tidak mempunyai kuasa untuk mengerahkan Polisi dan TNI dalam keadaan darurat, apakah bila terjadi huru-hara masal seperti halnya di US.
2. Superiority Hukum Indonesia.
3. Mengurangi birokrasi.
4. Meningkatkan system pendidikan, meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri.
5. Akan menindak ekstrimis dan teroris secara tuntas agar citra Indonesia dapat dihargai dan dihormati dunia lagi.
6. Memberikan perlindungan terhadap tempat-tempat hiburan sebagai sumber kerja dan ekonomi dari tindakan ormas-ormas yang sering kali bertindak anarkhis.
7. Melindungi tempat-tempat ibadah seperti yang beliau perintahkan selama dalam jabatannya sebagai Gubernur DKI, agar para kaum Muslim berkerja sama dan pro-aktive dalam komunitas untuk menjaga gereja pada saat hari Natal. Pak Sutiyoso katakan penyerangan terhadap tempat ibadah adalah masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia yang harus dihukum di Indonesia, bila ingin dunia menghargai dan menyegani Indonesia.
8. Memperbaiki citra diskriminasi terhadap minoritas, sehingga foreign investors akan merasa aman untuk menanam modalnya di Indonesia. Berulang kali Pak Sutiyoso menyesalkan banyaknya calon penanam modal membatalkan karena masalah ini.
9. Pak Sutiyoso pun katakan berulang kali, pilihlah calon yang tepat, bila memang beliau tidak dinilai sebagai kandidat yang dapat memimpin Indonesia, silahkan pilih yang lain. Dan beliau akan tetap mendukung siapapun President yang akan dipilih oleh rakyat.
10. Berjanji akan membuat nama Indonesia baik, dihargai dan disegani oleh dunia.
Selama percakapan Pak Sutiyoso, terlihat sangat open-minded, out-spoken, dan boleh dikatakan beliau sama sekali tidak takut untuk menjawab pertanyaan yang negative mengenai dirinya, semua dijawab seadanya, ditambah dengan kemampuannya mendengarkan aspirasi dari yang hadir menjadikan Pak Sutiyoso seperti “live-magnet” terhadap para pendengar yang datang dalam ruangan itu.
Acara sambutan dimulai dari 19:00 dan Pak Sutiyoso setuju untuk menunda makan malam dengan menyediakan dirinya untuk menjawab beberapa pertanyaan sampai sekitar 21:00, kemudian setelah selesai makan malam karena diskusi dimeja makan tetap berlangsung tanpa berhenti, maka beliau meminta seluruh keluarganya agar pulang awal terlebih dahulu, kemudian tetap melayani dan meneruskan diskusi santai, akhirnya pembicaraan dilanjutkan terus sampai 12:30 pagi.

//AL
2 May 2009 at 13:56 - Comments

Herman Wenas Pejalan Kaki Dunia

Pejalan kaki keliling dunia

http://www.indonesiamedia.com/2008/12/mid/local/Pejalan.htm

Tony Lolong dan Arnold Lukito / Indonesia Media

img_0548img_0549img_0553img_0554img_0562img_0558part10-2

Can Do Attitude Wow, wow, wow, berjalan kaki keliling dunia demi generasi depan Indonesia! Herman “Walker” Wenas, sudah merencanakan perjalanan keliling dunia sejak 2003. Tidak seperti warga dunia lain pada umumnya, dengan mengendarai mobil, naik sepeda, duduk di pesawat terbang, atau dengan kereta api, akan tetapi Herman bertekad “berjalan kaki 40.075 km” pada usia menjelang 40 tahun, dengan membawa back-pack seberat 45 pounds selama perjalanan ini.

MB-GEN (Melangkah Bagi Generasi), idea yang dicetuskan oleh Herman Wenas dan kawan2 di Jakarta, Indonesia, merupakan satu organisasi sosial yang mengutamakan kemajuan dan ketrampilan generasi depan Indonesia. Prihatin dengan kondisi ekonomi dan pendidikan majoritas anak2 Indonesia yang semakin hari semakin tertinggal dari arus globalisasi, MB-GEN memiliki visi yang cukup luas dan mantap untuk masa depan generasi penerus terlebih mereka yang berlatar belakang ekonom lemah.

Misi dan goal MBGen: Stepping forward for the next generations Dengan inspirasi dari kehidupan Ayahnya yang baru saja meninggal: November 2007, Herman Wenas menyadari betapa mahalnya buku pelajaran di Indonesia, maka bersamaan dengan perjalanan ini ingin mempromosikan pendidikan, kemudahan pengiriman buku pelajaran gratis ke Indonesia tanpa harus dibebani biaya pajak tinggi oleh aparat bea cukai, terutama bagi generasi muda di Indonesia. Visi MB-GEN adalah untuk mendidik dan membesarkan generasi depan Indonesia secara utuh agar mereka sanggup bersaing secara global.

Misalnya, MB-GEN bukan hanya ingin memberikan bantuan pendidikan intelektual seperti bea-siswa (scholarships) tetapi juga akan melengkapi generasi depan dengan; character building, life skills and leadership training.Selain itu, MB-GEN akan memberikan training di berbagai bidang seperti: Basic Health dan Nutrition, Environmental Preservation dan Enterpreneurship. Untuk membantu para “pahlawan devisa Indonesia”

MB-GEN berencana untuk mendirikan Training Centre yang berfungsi untuk mempersiapkan kaum TKI agar tidak mengalami culture shock di negara tujuan mereka dan juga financial training setelah mereka kembali ke Indonesia. Apakah ini semua hanya angan-angan kosong belaka? Disinilah kita melihat keunikan MB-GEN yang sangat menarik. Untuk merealisasikan visi dan misi MB-GEN, Herman “Walker” Wenas sudah mulai “melangkah bagi generasi” berjalan kaki sejak 2007 mulai di Indonesia disusul dengan enam bulan berjalan kaki di Korea-Selatan dan sekarang melalukan yang sama di West-Coast USA (Oregon dan California). Akan dilanjutkan Januari 2009 dimulai dari Mesir, New Zealand, Jepang, Brazil, Canada, Europe, Australia, bulan Desember akan kembali ke Indonesia dalam masa persiapan perjalanan selanjutnya. Herman berusaha memecahkan Guiness World Record yang akan dimulai dari 2010 sampai 2012, dalam waktu antara 3-3.5 tahun, yang sekarang ini masih dipegang oleh Dave Kunst dari California dalam waktu 5 tahun sejak tahun 70an.

Selain memohon dukungan moral warga Indonesia dari seluruh USA dan juga dunia, dan kemana dirinya berjalan, dia selalu membangun network dan memperluas tim MB-GEN dengan anggota baru yang dapat melihat visi sama, untuk membangun generasi depan Indonesia. Perjalanan harian Herman dilakukan dari Senin sampai Jumat. Pada masa perjalanan ini Herman hanya akan berhenti bila ada; bencana alam, cuaca yang sangat ekstrim, kecelakaan, sakit, dan malam hari. Dalam waktu istirahat dirinya selalu melakukan kontak dengan keluarga di Indonesia. Herman memiliki seorang istri dengan 5 anak angkat dan 1 anak kandung. Selama perjalanan ini merasa kehilangan hobi seperti; membaca buku, menonton film, dan mendengarkan music.

Ketika ditanya apakah bekal yang dibawa agar tetap menjaga motivasi dirinya selama perjalanan ini: Hanya 2 Slogan yang diberikan oleh ayahnya kepada Herman Wenas yaitu: ……..”The true measure of a person’s richness is not how much he/she can keep, but how much he/she can give” (pelajaran hidup dari ayah Herman) Kemudian Herman lanjutkan dengan: “Obstacles can not crush me, every obstacles yields to stern resolve, he who is fixed to a star does not change his minds” oleh Leonardo Da Vinci.

Untuk mereka yang ingin melihat video clips dari Herman Wenas di San Francisco silahkan click:

Selamat berjalan, semoga cita-citanya berhasil.

2 November 2008 at 14:25 - Comments
dr. budi at 10:04 on 19 October 2010
Sangat salut dan respek atas prestasi dan jasa anda pada Indonesia. Bila anda masih meerlukan relawan medis untuk tim, kami ...

Tragedy May’98 Media Cover-Up

http://www.indonesiamedia.com/2008/8/mid/opini/MAY.htmlmay98-riots

May’98 Media Cover-Up

oleh Arnold Lukito

Peristiwa tragis May’98 telah berlalu, namun persepsi sebagian elemen unit TNI pasukan khusus dan Badan Intelijen Indonesia selama masa Suharto terkenal sangat brutal terhadap rakyatnya sendiri.

Banyak sekali bukti dan saksi yang menyatakan bahwa mereka tidak segan-segan mendukung aksi penyiksaan, penculikan aktivis, perkosaan di Timor Timur, dan juga May’98.  (468 korban seluruh Indonesia, 60 dilempar kebara api, Jakarta terdapat 152 korban, ketika tim dari PBB hanya 56 ingin memberikan kesaksian).

Umumnya pihak aparat negara saat itu belum dapat berpikir kearah depan, apakah akibatnya terhadap Publik Relasi dan reaksi dunia seperti How to Win the Media PR War terhadap laporan tahunan Amnesty International, serta bagaimana menghadapai kecaman dari Human Rights groups diseluruh dunia.

Berita perkosaan masal dalam May’98 adalah peristiwa terbesar dalam sejarah hitam negara Indonesia yang telah berhasil disiarkan oleh warga Indonesia.  Walaupun Suharto regime terbiasa dapat membungkam lokal Press setiap saat.
Akan tetapi banyak sekali berita-berita horor secara detail dari May’98 yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia berhasil diedarkan melalui globalisasi Internet dari para korban yang merasakan keadilan telah dirampas oleh aparat negaranya sendiri.
Mungkin saat itu Indonesia yang masih terbiasa dalam kebudayaan Diktatorial Press, belum menyadari pengaruh kekuatan internet dan Media International yang dapat membangun maupun menghancurkan persepsi suatu nama negara.

Menyadari masalah ini maka Presiden terpilih selanjutnya saat itu yaitu Presiden Habibie mengutus:  Jenderal Widjojo untuk mengunjungi pertunjukan senjata di Athena, bersamaan waktunya dalam beberapa bulan sebelum US Embargo terhadap TNI akan dimulai pada tahun ‘99.

Jenderal Widjojo dalam video clips terlihat ketika melakukan latihan tanya jawab terhadap Mackintosh Morley Company, tanpa disadari bahwa dirinya sedang berada dalam hidden camera, lalu menjelaskan mengapa perlunya penculikan dan penyiksaan terhadap rakyat di Indonesia:
http://www.youtube.com/watch?v=ZqRSIvWlunU&NR=1


Kemudian setelah 4 hari di Athena, Jendral Widjojo memberikan ceramah di UC Berkeley, bersama Christianto Wibisono dan beberapa American Scholars yang ahli dalam masalah politik negara di South East Asia.  Yang berjudul Reformasi Indonesia:  Selama ceramah Christianto Wibisono terlihat frustasi ketika membahas masalah peranan majoritas Tionghoa sebagai pedagang yang sangat kurang berminat dalam masalah sosial politik, kemudian dilanjutkan oleh Pak Widjojo dengan topik reformasi, dihilangkannya dwi-fungsi ABRI, dan pada forum tanya jawab terlihat Jendral Widjojo sangat enthusias memberikan penjelasan ketika menjawab pertanyaan kerjasama antara TNI dan US Forces dalam Joint Combined Training Exercise, dan IMET.

Bila kita melihat video yang penuh lawakan berada di Youtube

“PR Company palsu” yang bernama Mackintosh Morley,  perannya dilakukan oleh pelawak Mark Thomas mendapatkan tawaran oleh Jendral Widjojo ke Indonesia selama 6 minggu untuk melatih How to Win the Media War yang equal dengan bagaimana US Military PsyOps melakukan propaganda untuk memenangkan “Hati dan Pikiran” para pemirsa.  Umumnya Perwira Military Intelijen berperan sebagai Spoke Person dalam hal memberikan Official Counter Informations seperti bertugas memberikan fakta yang diputar balik “Disinformation dan Misinformations” kepada lokal dan International Press.  Dalam kata lain mereka umumnya mempelajari tehnik yang digunakan seperti Used Car Salesman bagaimana cara memberikan informasi kepada potensial kustomer sebagai pendengar agar ucapannya dapat dipercaya :-]].

Publik Relasi company sekarang ini banyak sekali digunakan oleh  setiap Calon Presiden di US untuk berkampanye.  Yang fungsinya bagaimana membujuk dan memenangkan Hati dan Pikiran rakyat Amerika dalam Future Media War of Opinions.
Masalah seperti ini banyak dihadapai oleh negara-negara lain seperti dari Saudi Arabia, Kenya, Serbia, dan terutama Indonesia pada saat itu mempunyai masalah besar seperti:  Krisis Timor Timur, US Military Embargo yang disponsori oleh US Senator Leahy, laporan dengan bukti-bukti Perkosaan Masal dari Timor Timur maupun May’98 telah menjadikan Indonesia kecaman dunia International.  Tentu masalah sensitive seperti ini akan menggugah nasionalism terhadap Indonesia, dilain pihak pun sebagai negara hukum, Indonesia patut menegakkan keadilan terhadap para korban-korban tragedi.  Terutama saat ini Indonesia sudah menjadi anggota United Nation Human Rights Council.  Tapi dalam kenyataan sampai saat kini, keadilan dan hukum masih merupakan hal yang mewah di Indonesia.

Dalam video clip yang berikutnya dibawakan secara humor terlihat:   Kolonel Halim ketika itu menjabat sebagai Indonesian Defense Attache yang sedang bertugas di Indonesian Embassy London mengakui adanya perkosaan masal terhadap Chinese Indonesia sebagai masalah prioritas pertama yang diakui sangat sensitive dan dalam video, dan setuju sebagai “Indonesian Official” saat itu harus membantah dengan segala cara, juga menyetujui agar semua tuduhan harus dijawab dengan berbohong seolah-olah Perkosaan Masal dalam May’98 sama sekali tidak pernah terjadihttp://www.youtube.com/watch?v=hHlKTaPm-WM

Dalam dunia demokrasi seperti Amerika, hukum dan media Press sangat memegang peran sebagai neraca dari kedua pihak, dan berkerja sebagai penyentuh kesadaran bersama.
Waktu telah membuktikan pemegang puncak kuasa umumnya tidak akan belajar dari sejarah, akan tetapi fungsi kebebasan Press yang akan selalu mengingatkan kita bersama terhadap kurangnya keadilan dan supremasi hukum di Indonesia terhadap korban pelanggaran Hak Asasi Manusia, dan menjaga agar hal serupa tidak akan pernah terulang lagi dimasa yang akan datang.

30 August 2008 at 14:31 - Comments

Eddie Lembong 10 tahun peringatan May ‘98 di San Francisco

Description:
Kerusuhan May 98 melibatkan TNI Special Forces modus operandi sabotase; dalam goal menghancurkan system infrastruktur dan spesifik target seperti jantung pusat perdagangan/ekonomi (yang berkaitannya dalam May 98), sumber tenaga air/listrik, jaringan telpon/komunikasi, sarana jembatan/transportasi, kunci utama landasan airport yang biasanya akan diserang terlebih dahulu dalam suatu invasi militer terhadap suatu negara/kekuatan military oposisi secara umum.

Berbeda dengan suatu Military KUDETA yang biasanya mentargetkan seorang pemegang kuasa dan kekuatan militernya saja, akan tetapi dalam May 98 kaum oposisi melakukan penyerangan terhadap “musuh bersama yaitu etnis Chinese Indonesia” dengan menggunakan TNI Special Forces dan tujuan utamanya yaitu melumpuhkan dan menghancurkan “Presiden Suharto” Ekonomik infrastakture terlebih dahulu secara serempak pada hari dan jam yang bersamaan diseluruh kota2 besar Indonesia, agar negara menjadi hancur.

Yaitu dengan mentargetkan JANTUNG pusat-pusat perdagangan sandang pangan yang dikelola oleh majoritas kaum minoritas di Indonesia dan juga menjarah, membakar “rumah2 kediaman mereka”, dengan tujuan utama yaitu mengorbankan dan mentargetkan spesifiknya kaum minoritasnya. Walaupun selalu dibantah pada awalnya, akan tetapi diperkirakan lebih dari 168 wanita dari usia serendah 9 tahun telah menjadi korban pemerkosaan masal.

Yang sangat tragis beberapa korban perkosaan masal dari etnis minoritas setelah diperkosa kemudian dilemparkan kedalam bara api dan dibakar hidup-hidup plus beberapa korban perkosaan May 98 pun berasal dari kaum pribumi whose at the wrong place and at the wrong time. Puncaknya Perwira TNI-AD dari kaum oposisi-pun memprovokasi massa agar menuntut Presiden Suharto turun dari kuasa dengan menggunakan oknum agen provokator dari “Special Forces group yang ditugaskan untuk menghasut seluruh lapisan massa”, dan tragiknya menjadikan mereka kaum agresor yang melakukan aksi penjarahan sebagai korban kolateral, dengan menjebak dan membakar mereka hidup-hidup.

May’98 adalah hasil karya KAUM OPOSISI (Perwira2 Tinggi TNI-AD) yang menggunakan TNI Special Forces dan juga kerja sama dari Badan Intelijen Indonesia yang pro terhadap kaum oposisi telah berhasil menggeser Presiden Suharto melalui kekacauan negara. Tentunya masalah ini sudah memasuki dunia Inteligen, Counter-Insurgency dan Counter Terrorism modus operandi serta telah melibatkan cara kerja Inteligen dan Indonesian Military Special Forces Operations.

Yang juga melibatkan para kaum militant radikal sebagai ujung tombak mereka. Pertanyaan dan jawaban yang mudah diduga: Siapakah yang dapat memerintahkan pasukan khusus sebagai provokator dan siapakah yang dapat menarik pasukan-pasukan regular dan polisi pada saat jam-jam tertentu? Lalu siapakah yang dapat mengerahkan massa untuk menuntut pemegang kuasa menyerahkan kekuasaan? Disinilah alasannya mengapa kejadian ini tidak pernah diusut secara mendalam karena melibatkan aspek keamanan nasional Indonesia dan keterlibatan para pemegang puncak kuasa pada saat itu yaitu para Perwira Tinggi TNI dan Badan Intelijen Nasional Indonesia yang masih mempunyai dan berpengaruh dalam politikal Indonesian system sampai saat kini.

Yang harus dipertanyakan dimanakah peranan KomnasHAM dalam masalah ini?

Event ini dikreditkan untuk Indonesia Media

Arnold Lukito
Former USMC Special Reaction Team (Counter-Terrorism life time student)

Author:
arnolds83

30 May 2008 at 14:38 - Comments

Old Soldiers will never die

4 hari bersama Pak Tedy Jusuf di San Francisco.

Pertama-tama
, terima-kasih untuk Pak Eddy Budi Santoso, Pak Andi Rahadian(SF KJRI), Hendy Wijaya, dan Beni Bevly mereka semuanya telah membantu dan berkerja sama dengan baik dalam acara menyambut kedatangan BrigJen(Purn)Tedy Jusuf selama di San Francisco.

Goal utama
dari acara temu-muka kepada masyarakat Indonesia di SF; hanya satu yaitu dengan harapan semoga dapat mencerahkan dan dapat menghasilkan hal yang positive kepada semua lapisan komunitas Indonesia di SF, bahwa minoritas Indonesia pun telah berada dan mengabdikan dirinya sebagai perwira tinggi, dengan setia di TNI-AD. Walaupun jalan karir ini agak kurang populer untuk dipertimbangkan oleh kaum minoritas di Indonesia, dengan berbagai macam-alasan.
Dan dibawah ini adalah journal perjalanan harian bersama Pak Tedy Jusuf selama 4 hari di SF Bay Areas.

Hari Pertama
: Jumat malam hari, January 11th, pada 21:45 kami menjemput Pak Tedy dan istri di Oakland Airport, kemudian setelah sampai dirumah, kita bersama menyiapkan bahan diskusi untuk hari Sabtu di San Francisco.

Hari Kedua:
Keesokan harinya Sabtu pagi dimulai dengan makan pagi, Pak Tedy melanjutkan percakapan dimeja makan dengan bertukar pengalamannya di East Timor dan kewajibannya sebagai perwira tinggi TNI-AD untuk mengunjungi istri dan keluarga TNI yang menjadi korban dari East Timor, lalu pembicaraan sampai kemasalah US Embargo terhadap TNI, menurut Pak Tedy hal itu sangat disayangkan karena hilangnya hubungan erat antar Indonesia dan US Military Forces, Pak Tedy tambahkan mereka yang pada waktu itu berpangkat LetKol dan Kolonel pada saat Embargo dicairkan sudah banyak yang menjadi Jenderal di TNI, lalu mereka belum mempunyai hubungan baik dengan US Forces. Kemudian pembicaraan mengenai gaji sebagai prajurid/perwira vs di US Forces. Dimulai dari mengapa gaji TNI, POLRI maupun pegawai negeri selama ini sama sekali kurang memadai sehingga akan sangat sulit bagi mereka untuk konsentrasi terhadap profesinya vs naluri untuk mencari nafkah tambahan demi menghidupi keluarga mereka, dan masalah ini adalah mismanagement dari atasan.
Pak Tedy menjelaskan sebagai TNI BrigJen pensiun menerima hanya 75% dari gaji bulanan sekitar US$200/bulan. Sedangkan tentara US mendapatkan 100% bila mempunyai 20 tahun waktu service. Di US dimulai dari gaji prajurid yang paling rendah sekitar $1500/bulan, ditambah 3Xmakan perhari, adanya fasilitas sauna/gym/trainer, jaminan medical/dental, disediakan perumahan, ditambah sekitar $100-$250/bulan untuk dikirim kedaerah bahaya/perang, ditambah juga C.O.L.A yang berbeda tergantung lokasi setiap bulan, kenaikan gaji pokok 3% setiap tahun, tiket murah kira-kira $25 terbang keseluruh dunia dengan MAC Flight, diberikan free life insurance, tiket kapal terbang “gratis” ke Irak, Kuwait, dan Afghanistan yang tentunya tidak dapat ditolak, ditambah hiburan gratis dari USO yang sering kali mendatangkan Pop Stars dari zaman Bob Hope, sampai Brooke Shield dan Jessica Simpson.
Sedangkan TNI-AD walaupun tidak mendapatkan fasilitas extra seperti yang didapatkan di US, tapi mereka mendapatkan keuntungan sampingan yang kadang-kadang jauh melebihi mereka di US Military Forces terutama dalam segi hadiah bonus dan KEBAL HUKUM. Karena mereka sangat ditakuti oleh polisi dan rakyatnya sendiri. Sebaliknya di US Military mereka hampir tidak pernah dikerahkan terhadap rakyatnya sendiri. Dilain pihak tidak ada yang berani meludahi dan menimpuki dengan telur busuk kepada tentara yang baru pulang dari East Timor seperti apa yang terjadi ketika Vietnam Veteran tiba di US Airports disambut oleh anti-war demonstrators pada saat itu.

Acara pertama pada 10:00 kita pergi menuju Bay Fair Farmer Market, melihat petani yang menjual sayur-sayuran dan buah-buahan segar, Pak Tedy dan istri dalam foto terlihat dapat menikmati Jeruk Mandarin dan Kettle Popcorn yang dibuat dengan cara tradisional. Saya usulkan sebaiknya jangan ke Shopping-Mall karena di Indonesia akan jauh lebih bagus dan mewah.

Dari Farmer Market kita menuju ke Alameda Naval Base melihat Museum Kapal Induk Hornet yang pernah aktif dalam Perang Dunia II, yang terlibat dalam beberapa aksi dekat Irian Jaya terhadap serangan Jepang, juga sebagai kapal yang dikerahkan untuk mengambil awak krew Apollo 9 ketika mendarat di lautan, secara langsung juga yang telah terlibat menjatuhkan ratusan Pesawat Japanese Kamikaze Pilot dalam aksi dekat Okinawa, dan Iwojima. Bahkan landasannya pernah diperbaiki karena terkena serangan dari Pesawat Kamikaze Pilot. Biaya perawatan Kapal Induk Hornet tidak dilakukan oleh pemerintah tapi dilakukan dengan berbagai acara fund-raising oleh para veteran-veteran yang masih perduli menghabiskan waktunya bergilir setiap hari. Pada October 2000 yang lalupun ada Vietnam Wall Experience Road Show diadakan didepan Kapal Induk Hornet dengan menggelar semua nama dari 58 ribu korban dimana sayapun ikut berpartisipasi menjaga fasilitas sampai pukul 22:00. Salah satu acara fund raising yang mereka sering lakukan yaitu mengadakan Golf Tournament diatas landasan kapal terbangnya, dan juga membuat New Years Party ditempat yang sama. Karena waktu yang sangat sempit maka kita mencoba tidak membuang waktu sama sekali. Bahkan Pak Tedy dan istri setiap hari sudah mandi dan siap sekitar pukul 08:30 setiap hari.
Setelah itu kemudian kita lanjutkan perjalanan keliling kota menuju Oakland China Town, lalu menuju Bay Bridge dan mampir sebentar di Treasure Island Naval Base yang sekarang sudah dibuka untuk umum. Dalam perjalanan ke San Francisco, Pak Tedy berkesempatan melihat kemungkinan adanya seorang “jumper” dipertengahan jembatan, banyak mobil polisi berhenti, mereka terlihat sedang menyelidiki 200 meter kebawah jembatan mencari dimana pengemudi mobil Lexus yang menghilang di Bay Bridge.
Melalui hambatan kemacetan lalu kita menuju ke Golden Gate Bridge. Pak Tedy katakan: I left my heart in San Francisco, yang sering kali dinyanyikan oleh banyak artis terkenal dunia. Ternyata beberapa hari yang lalu diberitakan di radio, bahwa sudah meningkat angka korban Golden Gate Bridge jumpers mencapai angka 35 pada 2007 sedangkan 29 korban pada tahun 2006. Dalam usaha mencegah bertambahnya korban bunuh diri, maka tempat berjalan kaki ditutup pada malam hari, dan selalu dimonitor oleh penjaga keamanan.
Dalam perjalanan menuju Golden Gate Bridge Pak Tedy sempat juga mengumpamakan dirinya sebagai “Old Soldiers will never die”. Saya tanya apa maksudnya? Dijelaskan seperti halnya seorang Doktor tetap memperjuangkan pasiennya, dalam keahlihannya sebagai Pejuang RI, maka dirinyapun akan tetap setia kepada negara yang selama ini telah diperjuangkannya yaitu Indonesia.
Kita sampai ditempat lokasi seminar di Parks Tae Kwon Do, 1739 Noriega St sekitar 14:00, acara dimulai sekitar 15:00 berakhir pada 17:00. Acara diskusi mengenai Indonesia-Today berjalan lancar dan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita semua. Kitapun mendiskusikan masih adanya undang-undang yang masih melakukan diskriminasi terhadap minoritas yang tinggal di Indonesia. Hal itu telah diperjuangkan oleh banyak tokoh-tokoh minoritas dan berhasil menghapuskan sebagian besar. Bahkan sudah menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai Hari Besar Nasional.
Pada acara itu Pak Tedy sebagai ketua PSMTI memberikan informasi bahwa sedang membangun Taman Budaya Tionghoa dalam Taman Mini Indonesia Indah. Dibawah ini adalah gambar design bila Taman Budaya Tionghoa selesai.

Pak Tedy Jusuf dalam brochure menulis: “Taman yang akan menjadi pusat budaya dan kebanggaan masyarakat Tionghoa ini seluas 4.5 HA, akan dibangun pecinan, rumah adat, pagoda, gedung utama, theater kesenian, museum dan taman taman yang bercirikan khas suku Tionghoa. Untuk itu panitia TBT menghimbau masyarakat Tionghoa dimanapun berada mau berpartisipasi dalam pembangunan ini, agar tujuan dan cita cita yang luhur ini bisa segera terwujudkan. Penyumbang dapat menyumbang berupa dana, bangunan, barang barang, atau foto bersejarah dan lain lain yang bermanfaat untuk pembangunan taman ini”.

Sumbangan suka rela ini dapat ditransfer melalui Bank BCA Cabang Asemka Jakarta No Rekening: 001.304.8808 atas nama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia. Sebagai kenang-kenangan bila menyumbang US$100.00 keatas maka nama anda akan dicantumkan abadi pada salah satu tembok dalam kompleks Taman Mini tersebut. Yang tentunya akan dapat dilihat oleh anak dan cucu kalian pada masa yang akan datang dan membuat mereka sangat bangga.
Sekarang kita balik kepada Journal harian. Kita semua banyak belajar dari kerendahan hatinya Pak Tedy. Setelah itu dilanjutkan dengan makan malam ke TK Noodle di Daly City sampai pukul 21:30.



Hari Ketiga: Minggu, adalah acara bebas, kita mulai dengan makan pagi pada 10:00, lalu kita mulai dengan mengunjungi San Leandro Museum, dan Peralta House, setelah berfoto bersama lalu kita menuju kesatu lokasi dimana Cindy Sheehan seorang Ibu prajurid US Army yang tewas di Iraq membuat Memorial Protest didekat Pleasant Hill Bart Station. Dengan membuat 3909 salib putih sebagai total korban di Iraq dan Afghanistan yang ditambahkan setiap hari, untuk Pak Tedy adalah pengalaman demokrasi yang sangat baru dimana seorang penduduk sipil dapat melakukan unjuk rasa dan protest anti perang yang didukung oleh ribuan ibu-ibu diseluruh Amerika terhadap Bush Administrasi tanpa dapat dituduh melakukan penghujatan seperti di Indonesia, ataupun sebagai anti Amerika dan pro-teroris.

Sebelum acara makan siang di China Buffet, saya membawa Pak Tedy ke US Marines Recruiting Office di San Leandro, dan memperkenalkan dirinya sebagai Jenderal Purnawirawan dari Indonesia, mereka menyambut dengan hangat, lalu berpose bersama dan memberikan US Marines promotionals Stickers sebagai souvenirs untuk dibawa pulang ke Indonesia. Pak Tedy bertanya apa motto US Marines, yaitu Semper Fidelis artinya Always Faithful.
Kira-kira pukul 15:00 kita lanjutkan perjalanan menuju GKI San Francisco dan tiba disana 20 menit dimuka

sebelum acara dimulai, setelah selesai berdoa, disana Pak Tedy memberikan kata sambutan kepada tuan rumah. Dan juga berkesempatan berdiskusi dengan ketua-ketua dari gereja itu.  Pada malam hari kita meninggalkan GKI SF, dan meneruskan tour guide menuju Golden Gate Bridge kearah Marin County untuk melihat kota San Francisco berkelipan pada malam hari, kemudian dilanjutkan ke Sausalito.

Dalam arah balik ke San Francisco, kita melewati gedung SF KJRI pada malam hari, Pak Tedy sangat terkesan bahwa gedungnya di Columbus St bagus dan besar sekali, lalu kita menuju ke Fisherman Warf, dan teruskan melintasi bekas US Army Presidio kompleks yang sekarang sudah ditutup. Sambil bergurau saya katakan jangan sampai diketahui Dr Irawan Editor dari Indonesia Media bahwa kita jalan-jalan ke Presidio, nanti kita akan dituduh terlalu militeristik, Pak Tedypun tertawa terbahak-bahak.

Malamnya Pak Tedy menawarkan akan memberikan “return diner” kepada kita semua di Porridge King restaurant, South San Francisco.

Hari Keempat:
Senin adalah hari terakhir di San Francisco Bay Areas, sekitar pukul 12:00 kita menuju Hayward Japanese Garden. Pak Tedy mempelajari rancangan design arsitektur serta bagaimana mereka menaruh pohon-pohon dan lokasi nama-nama donator sebagai inspirasi kemuka untuk mengabadikan nama nama penyumbang dalam projek Taman Budaya Tionghoa yang sedang dikelolanya.
Pada 14:15 kita menuju Hongkong BBQ restaurant di Castro Valley memenuhi permintaan Pak Tedy yang terakhir untuk mentraktir kita semua lagi sebelum berpisah, diselingi cerita pegalaman masing-masing.
Suatu saat pada waktu Pak Tedy selagi cerita mengenai TNI-AD dan US Marines lalu katakan: “Hidup Marines”, bayangkanlah seorang TNI-AD Jenderal Purnawirawan satu mobil dan hanya kita berdua lalu dia mengucapakan secara pribadi kepada seorang former US Marines veteran, (Saya benar-benar malu hati dan jadi bingung sendiri, lalu berpikir apakah harus mengucapkan Hidup ABRI?” padahal saya telah terus terang katakan kepada Pak Tedy dulu mendukung US ketika melakukan Military embargo terhadap TNI dan juga mendukung US ketika mencairkan kembali beberapa tahun yang lalu karena keadaan politik yang sudah sangat berubah sekarang ini.) tentu lidah sudah menjadi kaku, selain tersenyum.

Kemudian waktu berlalu dan kita sampai di Oakland Airport.  Dalam mobil menuju airport, kita banyak bertukar informasi mengenai cara recruiting di US vs di Indonesia, tapi Pak Tedy katakan adanya system yang sama yaitu harus tanda tangani kontrak kira-kira 8 tahun untuk prajurid di Indonesia. Dan lebih lama untuk yang sekolah AKABRI. Tentu kita semua merasa beruntung dapat bertemu Pak Tedy walaupun dalam waktu yang sangat singkat tapi telah belajar apa yang diinginkan oleh Pak Tedy dalam hidupnya terhadap minoritas di Indonesia.

Dua jam sebelum jam terbang kami menuju Oakland Airport dan menuju Check-in gate, berfoto bersama lalu kita berangkulan bersama mengucapkan selamat sukses dan selamat berpisah. Tapi ada satu hal yang masih mengganjal didalam benak pikiran saya sejak 30 menit yang lalu, akhirnya sebelum berpisah karena respek kepada Pak Tedy akhirnya terlontar juga ucapan: Hidup ABRI, dan Pak Tedy matanya bersina-sinar dan tersenyum lebar lalu mengucapkan lagi Hidup Marines yang kesekian kalinya.
Kita bergurau mengingatkan jangan sampai Dr Irawan Editor Indonesia Media tahu bahwa kita masing-masing katakan hidup untuk kesatuan masing-masing karena akan dituduh menjadi terlalu Militeristik, lalu kita pun berdua tertawa terbahak-bahak!

Dua hari kemudian hari Rabu, sekitar pukul 18:00 January 16-2008, Pak Tedy telpon dari LA Airport sebelum berangkat mengucapakan terima kasih kepada teman-teman semua, karena menikmati perjalanan di San Francisco dan selamat tinggal serta pesan bila datang ke Jakarta jangan lupa untuk mampir ke Taman Budaya Tionghoa.

Semper Fidelis

Arnold Lukito
6 April 2008 at 14:10 - Comments

Cerita dibalik Klarifikasi tentang IndoDay

Posted by Arnold at3/20/2008 10:45 PM

http://www.indonesiamedia.com/2007/07/early/local/Klarifikasi.htm

2710798103_619c957201-250x166
Komentar silahkan baca dengan humor saja:
Pada 2007, Chris Komari menulis dan menyebarkan keberbagai email address bahwa artikel dibawah ini: Klarifikasi tentang IndoDay adalah article yang “sangat menyesatkan”. Kami sudah forgive and forget, dan kita semua tetap bersahabat. Karena definisi “twisted story” dan menyesatkan adalah Chris Komari personal opini saja.
Ketika ditanya karena alasannya artikel dibawah ini sama sekali tidak mendukung Chris personal opini yang mengutamakan KEBENARAN dan KETERBUKAAN seperti apa yang Chris selalu kehendaki “sendiri”………. tersenyum.
Perkembangan terakhir:
Ketika kita sedang makan malam bersama, semua agak terkejut terhadap rasa kebanggaan hatinya, ketika “dirinya” mengatakan didepan kita semua tentang jasa-jasa “dirinya” terus menerus, dan semua tindakan yang pernah dia lakukan selama dalam IndoDay 2007.
Umumnya Chris Komari bisa berbicara nonstop “sendiri” dan bertendensi untuk memonopoli semua pembicaraan selama 3 jam?, tanpa konsiderasi sebagai manusia normal untuk memberikan orang lain kesempatan untuk bicara kecuali topik yang dia “sendiri” inginkan. Mungkin saja kita semua adalah pendengar yang sangat baik. hahahahahaha
Ketika topik pembicaraan berubah kemasalah tulisan Klarifikasi tentang IndoDay. Sangat disayangkan walaupun setelah kita semua menjelaskan masalah karakter manusia, apakah tindakan tertentu akan melukai hati orang lain, dan apakah akan menghancurkan nama, keluarga, dan reputasi seseorang, yang berhubungan dengan apa yang Chris Komari lakukan terhadap IndoDay 2007.
Dengan bangga Chris mengatakan dan tersenyum kecil, bahwa apa yang dia lakukan terhadap individual tertentu: “It’s Fun” kata Chris komari. Tentu kita semua tercengang dengan komentarnya.
Itulah karakter dan kebijaksanaan Chris Komari.
Chris selalu berkata: “we should confront the problem, instead of run away from it”. Bila suatu hari Chris Komari membaca tulisan ini, terima kasih untuk nasehatnya.

Arnold Lukito
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Klarifikasi tentang IndoDay
(Arnold Lukito/IM)
IndoDay 2007 kali ini akan dirayakan pada hari Sabtu, Augustus 11, 2007, di SF Union Square. Sejarahnya dipelopori oleh Tony Lolong sejak 1994 di SF. Nama IndoDay sebagai wadah Kegiatan Tahunan Bersama yang tujuannya adalah untuk menggalang masyarakat Indonesia dan penduduk San Francisco berkumpul setahun sekali dalam rangka merayakan kebudayaan dan hari kemerdekaan Indonesia.
Festival ini selalu dimeriahkan oleh restoran-restoran Indonesia berasal dari San Francisco Bay Area, juga tak tertinggal pengusaha-pengusaha local. Bahkan banyak politisi Amerika yang selalu memberikan kata sambutan tertulis untuk kegiatan IndoDay ini. Di bawah ini adalah contoh dua kata sambutan dari mereka:
60th Speaker of the US House of Representatives, Nancy Pelosi: “For the past five years IndoDay has been the biggest Indonesian event in the nation. This is an excellent opportunity to join together and strengthen the unity of Indonesian Community. This event is an important opportunity to celebrate our rich Indonesian cultural heritage.”
42nd Mayor of San Francisco, Gavin Newsom: “IndoDay provides a wonderful opportunity for the Indonesian American Community of Northern California to preserve and share their homeland’s beautiful tradition and history. This annual event reflects the great diversity of San Francisco and help us to learn more about the rich history of Indonesian American.”
Pada setiap perayaan IndoDay, banyak pengunjung dari bermacam-macam suku bangsa. Dan kita semuapun dapat menggalang persahabatan di antara sesama penduduk local Indonesia yang tinggal di San Francisco Bay Area. Klarifikasi.
Kisruh ini dimulai dari tuntutan transparansi pembukuan. Lalu tuduhan selanjutnya diikuti oleh rumor korupsi yang dilakukan oleh KJRI-SF, IndoDay dan Tony Lolong dengan melakukan penyebar luasan emails yang berisi defamations atau libelling yang berisikan tulisan-tilisan negative dan tuduhan korupsi tentang keuangan KJRI-SF dan IndoDay 2006.
Diduga laporan itu dimulai hanya berdasarkan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang belum lengkap, dan bukan berdasarkan laporan akhir yang sudah diterima, diselesaikan dan ditutup pada awal 2007. Pada June 22 ,2007 jam 6 malam, di KJRI-SF telah diadakan “rapat persidangan” yang dihadiri oleh pihak kelompok penuntut dan semua komite IndoDay 2007, juga sebagian penduduk lokal Indonesia San Fransico yang ingin menyaksikan dan melihat sendiri bagaimana kisah pencemaran nama baik berhasil diselesaikan dengan damai.
Seorang teman sebagai moderator telah sukses menggalang semua peserta dan menghasilkan voting atau pemungutan suara dari semua yang hadir, dengan memberikan pertanyaan, apakah semua yang hadir dapat menerima atau menolak Laporan Keuangan Panitia IndoDay 2006? Seperti yang selama ini dipertanyakan oleh pihak kelompok penuntut. Dari pengambilan suara yang berasal dari 27 peserta rapat; telah dihasilkan 17 suara setuju atau menerima Laporan Keuangan IndoDay 2006, 5 tidak menerima atau menolak, 5 abstain atau tidak memberikan suara.
Dengan demikian, dari pertemuan rapat persidangan malam itu, tuduhan pencemaran nama baik terhadap KJRI-SF, IndoDay, dan Tony Lolong sudah diselesaikan dengan suara majoritas sudah percaya bahwa tidak ada penyalah-gunaan keuangan dari pembukuan IndoDay 2006.
Kita masing-masing berkewajiban menghargai asas-asas demokrasi kebebasan berbicara, penuntutan akan transparansi, kebijaksanaan pemimpin, dan menekankan the Principle of Presumption of Innocence dalam menginvestigasi suatu masalah. Akan tetapi pre-investigasi sangat mutlak dan sangat diperlukan sebelum melakukan protes dengan menghormati sesama manusia dan tentunya juga HAM serta asas Demokrasi Amerika, kendati kami juga tetap harus menghormati suara pengamat sebagai Check and Balance. Penulis adalah salah satu anggota Komite IndoDay San Francisco. ”
20 March 2008 at 13:59 - Comments

Christianity, Humanity and US Marines

10518_139014382260_603092260_3025724_6711979_ncompassionusmc-ega


Posted by Arnold at 4/6/2007 10:02 PM

By Arnold Lukito

After I graduated from a Catholic High School in Jakarta Indonesia, my mother decided it’s better for all of her children future to be in California, so finally we moved to San Francisco as a new US resident. Back in the early 80’s there were not so many Indonesian.

As a new comer I had to deal with all kind of new culture shocks, within a year later because of my strong determination and always dreaming to became a “combat photographer/journalist” then in 1983 I was at US Marine Corps Recruit Depot in San Diego. During the US Marines’ Boot Camp training several recruits were so curious and asked me a very basic question, why did I join the Corps and if I understood what’s the USMC, I’ve told them I knew a little, but I didn’t realize USMC as a World 911 Strike Force, and the tip of the spears of every American Gun Boat foreign diplomacy.

I’ve learned my lesson daily especially during my tour of active duty, there were so many experiences that I’ve never encountered in civilian’s life. Especially in religious matters, in the USMC we had US Navy Chaplains for every Sunday service in the middle of training jungle terrains that would accept all Christian denominations. We were all Catholics, Christians, Baptist, together accepted the same communion service for conveniences. While in the real civilian world most of religious leaders if I could say would discriminated each other and tried to politicized their superior teaching to satisfy their religious doctrines in the name of their (personal) God.?
While at the same time, most of them sometimes arguing about the true baptism between being sprinkled with “holly water, or being “”immersed”.  More over some people in addition to that also arguing if baptism through being immersed vs being sprinkled truly symbolized a “Genuine New Born Christian”.

Now here is the most extreme sample of religious common senses and good mannerism, when my mother was still alive, sometimes her friend lectured her over the phone to have a new Christian Baptism, several years later and several days after my mother passed away back in early of March of 2005, her long time friend called me over the phone from Texas, expressed her “sorrow” while my mother was still waiting for cremation. She asked me and wanted to confirmed if my mother have been received “a good Christian baptism and if she had became a new born Christian?”  So I’ve told her that my mother had been baptized as a Catholic a long-long time ago, despite of my explanations, then she said a new born Christian baptism was much better, it’s as a ticket to go to heaven……………:-]  I can’t believe someone over the phone called and lectured me about “heaven and hell” while my mother was still waiting for cremation?? I could laugh now, but at that time, emotionally, physically, and mentally were so numb!, for listening all her religious lectures.   So I’ve told her that if there is only one God, and if she had been baptized in Indonesia or California, she didn’t need to be baptize again when she moved from Indonesia to California or to Florida and so on, and it’s not  just like an obligation to register again and again at local Golf Club, Health Club for membership or for DMV offices. Unless there are different Gods in every country, every states, and every churches in every states of America such in Florida for example. Finally she realized and stop talking about religious baptism.

During the Iraq War II a lot of US Forces were being baptized at Jordan River as written in the Bible. Should have they came home to the states, then started bragging and claiming superiority as a true baptism over everyone who have been immersed only in California’s Ebmud Water…….????  I’ve heard all kind of funny religious comments such as so many close-minded Christian said the real reason of US soldiers being baptized in Iraq because they were so afraid to die?????  US Forces came from civilian populations just because of being in the military it doesn’t mean they’d never have a religion at the first place.  But the facts are, what made them so different than common Christians; people who are served the country were trained and would sacrificed their life for our freedom as Jesus sacrificed his life for our sins.  While most of Christian love bargaining, calculating every small volunteering efforts (despite of knowing that they would not ever died during and after the volunteering process) as for others, their church and their small community.

My flight on DC9’s Delta Airline from San Francisco to North Carolina followed by a small 6 passenger propeller plane to a very remote small airport near by Havelock, North Carolina. Arrived in the afternoon about 15:00 in civilian clothes, so I asked an old lady in her 50’s as the only person at the information desk, on how to get to the new duty station. I repeated my question twice but she did not answer my questions, I thought maybe she was an old racist white woman who hardly ever seen an Asian man before, so I left her and came back 15 minutes later, fully dressed in US Marines Uniform as required to report for duty at MCAS Cherry Point.  I have no choice but to ask her again the same question and she finally moved her head and looked very slowly at me from my toes up to my hair, through her prescription glassed. Finally she said that the transportation would be here in another 15 minutes.

I arrived 45 minutes later at MCAS Cherry Point in September 1984 was welcomed by Hurricane Diana, the base officially closed for one week. Everyone of us was ordered to stay put inside the barrack for security reasons. I had opportunities to meet and live with many people in different colors.

Just after only one month at the base, my room mate had been waiting for a military discharged for his religious conviction’s believe, so he refused to fire his rifle during US Marines mandatory semi annual re-qualification. I’ve always wondering why did he signed up at the first place anyway, why not just sign up for becoming a the US Coast Guard, US Air Force, US National Guard, US Navy instead or becoming a Priest instead?

Semper Fidelis
Arnold Lukito

6 April 2007 at 12:05 - Comments